3 Tempat Wisata Di Wonosobo Dengan Pemandangan Yang Menakjubkan

0
77
Wana Wisata Petak 9

Wisata wonosobo- Bagi banyak orang, Wonosobo selalu diidentikan dengan Gunung Dieng. Padahal Wonosobo juga punya banyak tempat-tempat menarik lho.

Salah satu kabupaten yang terdapat di Jawa Tengah ini menyimpan banyak tempat indah yang bikin kita wajib ke sana. Apa saja kira-kira? Berikut 3 tempat wisata di Wonosobo yang harus kalian kunjungi.

Kompleks Candi Arjuna

Dataran Tinggi Dieng ini mempunyai kawasan candi yang sangat luas. Diperkirakan, candi-candi yang berada di kawasan ini menempati area seluas 90 hektare. Hanya saja, baru sebagian kecil dari beberapa candi-candi tersebut sudah selesai direstorasi. Dari sekian banyak candi yang ada di Dataran Tinggi Dieng, Kompleks Candi Arjuna adalah yang terluas. Berada di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Kompleks Candi Arjuna memiliki luas sekitar 1 hektare. Di kompleks ini, ada  lima bangunan candi, yaitu Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra. Selain Candi Semar, keempat candi lain itu merupakan candi utama yang biasa digunakan sebagai tempat bersembahyang.

Melihat dari segi bentuk serta ornamen yang terdapat pada setiap candi, diperkirakan keempat candi tersebut dibangun pada masa yang berbeda. Candi Arjuna merupakan candi yang dibangun paling awal, sementara Candi Sembadra merupakan candi yang dibangun paling akhir. Perkiraan ini sudah didasari pada perbedaan gaya bangunan candi. Candi Arjuna sendiri masih sangat kental dengan gaya candi-candi dari India. Sementara pada Candi Sembadra sudah terlihat pengaruh dari kebudayaan lokal yang sangat kuat. Pengaruh ini salah satu diantaranya dapat dilihat dari relung yang ada pada candi. Kalau Candi-candi yang bergaya India memiliki relung yang menjorok ke dalam, sementara pengaruh kebudayaan lokal akan memiliki relung yang menjorok ke luar. Kompleks candi- candi ini pertama kali ditemukan pada abad 18 oleh seorang tentara Belanda, Theodorf Van Elf. Saat pertama kali ditemukan, kondisi candi tergenang air. Upaya penyelamatan candi-candi ini pertama kali dilakukan oleh HC Corneulius yang berkewarganegaraan Inggris sekitar 40 tahun setelah pertama kalinya candi ini ditemukan. Usahanya kemudian dilanjutkan oleh seorang berkebangsaan Belkalianbernama J Van Kirnbergens.

Kompleks Candi Arjuna

Secara garis besar, keempat candi utama di kompleks ini memiliki ornamen yang hampir sama. Bisa dilihat dari setiap candi, dapat ditemukan penil (ornamen pada bagian tangga, seperti pegangan), kala (wajah raksasa tanpa rahang bawah yang terdapat di bagian atas pintu), makara (diletakkan di sisi-sisi pintu dan dipercaya mampu mengusir kejahatan), jalatmara (saluran air untuk mengalirkan air dari bagian dalam candi ke salah satu sisi), istadewata (terdapat pada bagian atas candi dan dipercaya sebagai tempat masuknya pada dewa), serta antefik (ornamen yang terdapat di bagian ujung tiap sisi). Selain itu, di setiap candi, bisa menemukan diksa (jalur bagi umat untuk mengelilingi candi sebelum masuk ke area candi utama).

Candi Arjuna, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra merupakan candi yang sengaja dibuat untuk menyembah Dewa Syiwa. Sedangkan, Candi Srikandi dibangun untuk menyembah trimurti (tiga dewa) yaitu Syiwa, Brahma, dan Wisnu. Berkunjung ke Kompleks Candi Arjuna, Kaliantidak akan menemukan arca yang biasanya menghiasi bangunan candi. Kalianhanya akan melihat ruang-ruang kosong yang biasanya dijadikan tempat meletakkan arca. Sebagian besar arca yang asalnya dari kompleks candi ini disimpan di Museum Kailasa, yang letaknya tidak jauh dari kompleks candi. Sementara, sebagian yang lain sudah hilang. Dari keempat candi utama yang ada di kompleks ini, hanya Candi Arjuna lah yang mempunyai candi sarana, yaitu Candi Semar. Candi sarana adalah candi yang digunakan sebagai tempat berkumpul atau menunggu para umat sebelum masuk ke candi utama. Candi Arjuna, yang merupakan candi utama di kompleks ini juga diperkirakan sebagai candi tertua, diperkirakan dibangun pada abad 8 Masehi oleh Dinasti Sanjaya dari Mataram Kuno.

Selain kelima candi tersebut, terletak sekitar kurang lebih 200 meter sebelah barat dari Kompleks Candi Arjuna, terdapat Candi Setyaki. Candi Setyaki merupakan candi yang terdiri dari dua bangunan, tapi hanya satu bangunan yang berdiri – itupun masih tidak lengkap karena bagian atas candi belum terpasang. Sementara, satu bangunan lain hanya berupa dasar bangunan saja. Candi Setyaki juga merupakan salah satu candi yang dibangun untuk memuja Dewa Syiwa. Dilihat dari relung dan gaya bangunan, Candi Setyaki diperkirakan dibangun pada masa yang sama dengan Candi Arjuna. Kompleks Candi Arjuna sendiri biasa digunakan sebagai tempat pelaksanaan Galungan. Selain itu juga, kompleks ini kadang juga dipakai sebagai tempat pelaksanaan ruwatan anak gimbal. Tiket masuk ke kompleks candi ini sebesar Rp10.000. Dengan tiket tersebut, pengunjung boleh mendatangi Kompleks Candi Arjuna, Sendang Sedayu, Sedang Maerokoco, Dharmasala, serta Kawah Sikidang.

Wana Wisata Petak 9 Dieng

Pemandangan Dataran Tinggi Dieng memang sangat memikat. Deretan bukit dan gunung-gunung dengan pepohonan hijau berkabut yang mengelilingi telaga-telaga indah dan pemukiman penduduk di bawahnya menciptakan lanskap alam yang mempesona. Lanskap pemandangan Dataran Tinggi ini tentu akan lebih indah jika disaksikan di tempat yang tinggi dan strategis. Salah satu tempat strategis untuk memandang keindahan alam Dataran Tinggi Dieng dari dari atas adalah Wana Wisata Petak 9 Bukit Sidengkeng Dieng. Sama seperti Telaga Warna, Wana Wisata Petak 9 Bukit Sidengkeng Dieng juga terletak di Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Wana Wisata Petak 9 Bukit Sidengkeng Dieng merupakan sebuah bukit kecil di area kawasan wisata Telaga Warna yang menjadi salah satu tempat favorit wisatawan untuk memandang lanskap Telaga Warna dari atas. Obyek wisata ini sangat pas dan strategis untuk mendapatkan view Telaga Warna bersandingan dengan Telaga Pengilon dengan latar belakang perbukitan dan pegunungan yang mengelilinya. Dari puncak Bukit Sidengkeng ini warna-warni permukaan Telaga Warna yang berkilau saat disinari matahari terlihat lebih jelas, tak terhalang oleh pemukiman penduduk atau pepohonan yang rindang. Apalagi saat kabut tidak terlalu tebal. Spot cantik inilah yang diburu penikmat alam dan pecinta fotografi dari berbagai penjuru.

Wana Wisata Petak 9

Lanskap pemandangan Telaga Warna sebenarnya sudah terlihat di tengah perjalan menuju Wana Wisata Petak 9. Namun, untuk pemandangan yang lebih jelas tentu ada di puncaknya. Di puncak Bukit Sidengkeng, terdapat sebuah rumah pohon untuk beristirahat dan belakangan difungsikan sebagai gardu pandang oleh wisatawan untuk memandang Telaga Warna. Walaupun tidak terlalu tinggi, dari rumah pohon ini Kalianbisa mendapatkan spot Telaga Warna terbaik. Selain itu, rumah pohon juga bisa dimasukkan dalam obyek foto dengan latar belakang Telaga Warna.

Tidak akan puas rasanya jika Kalianhanya sebentar saja di Wana Wisata Petak 9 Sidengkeng Dieng. Banyak lagi obyek cantik yang harus Kaliansaksikan dan dokumentasikan selain Telaga Warna yang berwarna-warni dan Telaga Pengilon yang jernih. Untuk memuaskan dahaga Kalianakan pemandangan indah, Kalianbisa camping asyik di Camping Ground yang terdapat di Puncak Bukit Sidengkeng. Pengelola Wana Wisata Petak 9 Bukit Sidengkeng Dieng juga menyediakan area camping di tanah yang datar dan luas. Area camping yang luas ini bisa muat kira-kira hingga 100 buah tenda. Tidak akan mengecewakan camping di Bukit Sidengkeng. Apalagi di area camping Kalianakan dikelilingi oleh bunga-bunga yang cantik.

Dengan ber-camping Kalianjuga bisa melihat gagahnya gunung-gunung yang mengelilingi Dataran Tinggi Dieng. Jika cuaca cerah dan kabut tidak terlalu tebal, Kalianakan bisa melihat Gunung Sindoro yang berwarna biru, Gunung Prau yang menjulang tinggi, dan Gunung Sumbing yang megah di kejauhan. Pemukiman penduduk dengan hamparan lahan pertaniannya juga tak kalah istimewanya dari Puncak Bukit Sidengkeng. Tidak hanya itu, camping di Wana Wisata Petak 9 Bukit Sidengkeng Dieng akan membuat Kalianberkesempatan melihat indahnya sunrise di pagi hari dan sunset di senja harinya di langit Dieng yang menakjubkan. Di kala malam Kalianjuga bisa menikmati taburan bintang (milky way) yang cantik jika tidak berkabut. Benar-benar camping yang mengasyikan.

Gunung Prau

Gunung Prau adalah puncak yang tertinggi di kawasan dataran tinggi Dieng.  Letak Gunung Prau berada di tapal batas antara tiga kabupaten yang meliputi wilayah Kabupeten Batang, Kendal dan Wonosobo. Eksotisme gunung yang menyajikan golden sunrise yang mempesona ini sudah sangat populer di kalangan para pendaki gunung. Terlebih lagi bagi para pendaki pemula karena pendakiannya membutuhkan jarak tempuh yang relatif singkat, yaitu sekitar 2-3 jam saja. Gunung Prau sangat populer dikalangan wisatawan dan menjadi salah satu destinasi pendakian favorit di kalangan pendaki gunung, terutama di wilayah Jawa sejak tahun 2014 silam.

Gunung Prau bukan hanya gunung berapi dengan pesona golden sunrise nya yang tersohor, bahkan banyak kalangan yang menyebutkan bahwa golden sunreise terbaik se-Asia Tenggara ada di puncak Gunung Prau. Selain goleden sunsrie, Gunung Prau juga memberikan pemandangan alam yang sangat mempesona berupa perkebunan warga yang menghijau, pemandangan dataran tinggi Dieng dan Telaga Warna di kejauhan.

Gunung Prau

Lalu ada juga padang bunga Daisy yang begitu berwarna, bukit Teletubies hingga pemandangan beberapa puncak gunung di Jawa, seperti Gunung Sindoro, Sumbing, Merapi, Merbabu dan Slamet. Kebanyakan pendaki menuliskan bahwa puncak tertinggi Gunung Prau berada di 2565 Mdpl, padahal faktanya lokasi tersebut merupakan camping ground sementara untuk puncak yang sesungguhnya berada di ketinggian sekitar 2590 Mdpl. Ada jadwal buka tutup rutin yang sudah diterapkan di Gunung Prau yaitu pada 5 Januari sampai 5 April setiap tahunnya, untuk mengembalikan ekosistem di kawasan tersebut. Gunung Prau sudah masuk dalam wilayah hutan lindung yang dikelola oleh PT. Pada saat musim kemarau, adakalanya suhu udara di Gunung Prau bisa mencapai titik terendah sehingga memungkinkan bagi para pendaki menemukan butiran kristal es di tanah pada pagi hari. Di Gunung Prau para pendaki tidak akan bisa menemukan bunga Edelweis yang lazim ditemukan di gunung lainnya, melainkan padang bunga Daisy yang berwarna-warni.

Pesona Gunung Prau di dataran tinggi Dieng menjadi suatu daya tarik tersendiri bagi para pendaki, bahkan bagi pemula sekalipun. Dengan eksotisme alamnya yang mempesona ditambah lagi jalur tracking yang relatif pendek menjadikan siapapun penasaran untuk menaklukannya. Apalagi untuk mereka yang suka berburu golden sunrise, karena sunrise di puncak Gunung Prau begitu istimewa. Tidak heran jika banyak yang menyebutnya sebagai golden sunrise terbaik di Asia Tenggara, nah bagaimana menurut kalian?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here