3 Tempat Wisata Sidoarjo Yang Lagi Hits, Buruan Kunjungi

0
94
candi pari porong sidoarjo
candi pari porong sidoarjo

Tempat Wisata Sidoarjo ini merupakan sebuah kabupaten yang berada di Jawa Timur, Kabupaten ini menyimpan sejuta pesona dan panaroma alam yang menakjubkan dan tersembunyi, sehingga masih banyak orang yang belum mengetahui akan keindahan dan tempat keren yang ada di Tempat Wisata Sidoarjo. Sidoarjo ini punya banyak Spot objek wisata keren, Mulai dari Situs budaya, situs bersejarah, spot foto foto kekinian, sampai air terjun yang sangat memanjakan mata.

Jika Anda ingin punya rencana untuk berlibur ke Tempat Wisata Sidoarjo, Jangan khawatir akan keindahannya, Kabupaten ini menawarkan cukup banyak wisata pilihan untuk Anda dikunjungi. Selama ini di Sidoarjo jarang terdengar Tempat Wisata Sidoarjo, namun ternyata Kabupaten ini juga memiliki banyak tempat-tempat wisata yang keren yang tak kalah dengan wisata di Semarang, Jogja ataupun kota besar lainnya.

Baiklah guys agar tidak panjang lebar, langsung saja ke titik tujuan artikel ini di but, Artikel ini bertujuan Untuk memudahkan Anda menemukan Tempat Wisata Sidoarjo yang paling indah, Terbaru dan di rekomendasikan untuk Anda Jelajahi berikut kami ulas secara singkat 3 Tempat Wisata Sidoarjo Terbaru yang harus segera di explore:

Museum mpu tatular

Museum Mpu Tantular merupakan museum yang dikelola oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dan merupakan kelanjutan dari didirikannya lembaga kebudayaan kebudayaan Stedelijk Historisch Museum Soerabaia oleh seorang warga Surabaya yang berkebangsaan Jerman, bernama Von Vaber pada tahun 1933. Museum ini baru diresmikan pada tanggal 25 Juli 1937.

museum mpu tatular
museum mpu tatular

Museum Mpu Tantular awalnya terletak di Jalan Pemuda no. 3 Surabaya, dan setiap ruangan di dalam museum terbagi dalam beberapa segmen seperti, ruang koleksi, perpustakaan, kantor dan auditorium. Dalam masa kepemimpinan Von Vaber, beliau banyak mengadakan hubungan internasional menyangkut pembangunan dan perluasan museum, sayangnya Von Vaber lebih dulu meninggal pada 30 September 1955 sebelum menyelesaikan banyak hal.

Sepeninggal Von Vaber, museum tersebut tidak terawat, koleksi-koleksinya banyak yang rusak dan hilang. Kemudian museum dikelola oleh Yayasan Pendidikan Umum. Pada tahun 1964, museum ini memperoleh pendanaan dari Yayasan Bapak Prof Dr. M. Soetopo. Setelah dibentuknya Direktorat Permuseuman di lingkungan Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, perhatian Pemerintah terhadap museum yang dikelola Yayasan Pendidikan Umum menjadi lebih serius.

Museum Pendidikan Umum dibuka secara umum tanggal 23 Mei 1972 dan diresmikan dengan nama “Museum Jawa Timur”. Selanjutnya timbul inisiatif untuk menyerahkan Lembaga Kebudayaan ini kepada Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Timur.

Dalam proses penegerian, Yayasan Pendidikan Umum bekerja sama dengan perwakilan Kantor Pembinaan Permuseuman Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Dan pada tanggal 1 November 1974 museum ini resmi berstatus Museum Negeri. Selanjutnya museum Jawa Timur diresmikan dengan nama “Museum Negeri Jawa Timur Mpu Tantular”. Karena bertambahnya koleksi, Museum dipindahkan ke tempat yang lebih luas yaitu di Buduran, Sidoarjo.

Candi pari

Konon, pada zaman dahulu kala, ada seorang tua yang hidup di pertapaan bernama Kyai Gede Penanggungan dan adiknya seorang janda yang bernama Janda Ijingan. Kyai Gede Penanggungan mempunyai dua orang puteri bernama Nyai Lara Walang Sangit dan Nyai Lara Walang Angin, sedangkan adiknya Janda Ijingan mempunyai putera yang tampan bernama Jaka Walang Tinunu. Ketika sedang memancing ikan bersama dua sahabatnya, Satim dan Sabalong, mereka menemukan ikan deleg yang ternyata adalah jelmaan manusia tampan yang kemudian diberi nama Jaka Pandelegan.

candi pari porong sidoarjo
candi pari porong sidoarjo

 

 

Kedua pemuda tersebut kemudian membuka lahan di sekitar tempat tinggal Kyai Gede Penanggungan dan membuat kedua putrinya jatuh hati. Walaupun tanpa izin orang tuanya, kedua pasang kekasih tersebut tetap menikah dan mengerjakan sawah hingga berhasil panen dengan baik. Ketika itu Kerajaan Majapahit sedang paceklik dan raja mendengar bahwa di Kedung Soko ada orang arif yang memiliki padi berlimpah. Raja meminta supaya orang itu yaitu Jaka Walang Tinunu diminta menghadap beliau, dan diketahui bahwa ternyata Jaka adalah putra raja. Maka raja meminta Jaka Walang Tinunu dan Jaka Pandelegan hidup bersama di kerajaan.

Jaka Pandelegan dan istrinya Dewi Lara Walang Angin ternyata tidak bersedia, dan mereka memilih moksa. Karena kekagumannya kepada suami istri tersebut, Raja Brawijaya memerintahkan untuk didirikan candi di tempat moksa kedua orang tersebut.

Arsitektur Candi Pari terdiri dari kaki candi, badan candi, bilik candi dan atap candi. Secara keseluruhan dibuat dari batu bata hanya ada beberapa bagian yang dibuat dari batu andesit. Kaki candi terdiri dari dua bagian, bagian pertama berdenah empat bujur sangkar. Mempunyai 2 pintu masuk ke dalam bilik, dengan arah utara selatan dan selatan utara, hal seperti ini tidak pernah ditemukan dalam arsitektur percandian Jawa Timur. Kaki candi kedua berdenah bujur sangkar dengan ukuran panjang 10 m dan lebar 10 m dengan tinggi 1,95 m. Pada salah satu sisinya terdapat tangga naik menuju ke bilik, tangga ini sudah hasil renovasi yang dilakukan oleh BP3 Jawa Timur. Badan candi berbentuk bujur sangkar sedangkan pintu masuk candi berbentuk segi empat.

Bilik candi, merupakan tatanan baru hasil pemugaran BP3, dengan menggunakan batu lama susunan lantai asli masih tampak di sudut barat daya dan sudut barat laut. Ukuran bilik 6 x 6 m. Atap candi, sebagian telah runtuh, dengan ukuran panjang 7,80 m dan lebar 7,80 m serta tinggi 4,05 m. Hiasan yang masih tampak pada dinding atap berupa hiasan menara-menara pajal walaupun sudah tidak lengkap lagi dan antefik yang sudah aus.

Pantai kepetingan

Sidoarjo ini walaupun namanya masih kalah dengan kota tengganya yaitu Surabaya ternyata menyimpan beberapa obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Selain itu dengan bagi anda yang gemar berbelanja, di sana juga ada sentra perajin tas dan dompet yang sangat terkenal.

pantai kepetingan
pantai kepetingan

Jika anda merasa penat dengan segala urusan pekerjaan atau yang lainnya pasti anda memikirkan tentang sebuah rekreasi yang menyenangkan baik itu sendiri bersama keluarga atau teman-teman anda. Namun anda tidak sedikit yang mengurungkan niat untuk liburan karena kebanyakan orang berpikir bahwa liburan harus selalu mengeluarkan uang yang banyak. Ada berbagai macam macam jenis obyek wisata di sekitar anda yang tidak perlu memerlukan biaya berlimpah untuk menikmatinya. Terutama yaitu jika anda tinggal di Sidoarjo, kabupaten di Jawa Timur. Anda tidak perlu jauh-jauh pergi ke luar kota untuk sekedar refreshing sejenak melepas penat dan lelah setelah berhari-hari bekerja. Di Sidoarjo ada beberapa obyek wisata yang bisa anda kunjungi dengan biaya yang murah, contohnya adalah Pantai Kepetingan.

Pantai Kepetingan ini adalah obyek wisata air yang dapat anda kunjungi di Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Mungkin tidak banyak yang mendengar tentangT empat Wisata Sidoarjo sebagai tempat yang cocok untuk berbelanja tas atau dompet, namun belum begitu banyak yang tahu jika Kota Sidoarjo juga memiliki pantai yang tidak boleh anda lewatkan jika anda berkunjung kesana. Saat ini musim libur sekolah atau lebaran, pantai ini sering menjadi jujugan warga lokal untuk sekedar menghabiskan waktu bersama pasangan, keluarga atau teman-teman.

Walaupun mempunyai tempat agak pelosok dan jauh dari kota guys, hal ini tidak membuat para wisatawan enggan untuk mengunjungi. Pemandangan pantai dan air laut beserta sensasi semilir angin pantai membuat pengunjung semakin betah untuk berlama-lama di sana guys. Di pantai ini juga ternyata ada legendanya yaa.

Cerita ini bermula dari Tanah Blambangan, Banyuwangi, pada masa Prabu MINAK SEMBUYU. Dewi Sekardadu ini, putri Minak Sembuyu yang cantik jelita, diserang penyakit sangat berat. Segala macam upaya sudah dicoba guys, tabib-tabib terkenal sudah bekerja, tapi sia-sia. Pada tahun 1362 (versi Pak Durohim), kebetulan Syech MAULANA ISKAK (asal Yaman) tengah menyebarkan Islam di Pulau Jawa guys.

Waktu itu, ujung rezim Majapahit, penduduk tanah Jawa memang belum banyak memeluk Islam guys. Kebetulan Maulana ini berada di Blambangan. Raja yang putus asa akhirnya bikin sayembara guys. Siapa yang bisa menyebuhkan Dewi Sekardadu akan dijadikan mantu kalau masih muda guys. Kalau sudah tua, jadi kerabat kerajaan Maulana, sang ustad, ikut sayembara, dan akhirnya sukses menyembuhkan Dewi Sekardadu guys.

Sekian dari artikel kami apabila nda ingin mengetahui info info selanjutnya jangan sampai ketinggalan yaa terus membaca artikel artikel yang kami terbitkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here