3 Wisata Di Berau Yang Wajib Kamu Kunjungi Karna Keindahan Dan Keunikannya

3 Wisata Di Berau- Belum banyak yang tahu jika tempat wisata di Berau menyimpan keindahan alam yang menkajubkan. Bahkan masih terasa asing di telinga wisatawan domestik maupun mancanegara. Padahal pesonanya tidak kalah dengan destinasi di Lombok maupun Raja Ampat di Papua.

Berau merupakan salah satu kebupaten di Provinsi Kalimantan Timur dengan sejuta pesona yang masih tersembunyi.

Deretan objek wisata di berau tidak boleh kamu abaikan, pasalnya ada beragam kegiatan parawisata yang bisa kamu lakukan, terutama kegiatan snorkeling.

Jika kamu berencana liburan di Berau jangan khawatir dengan keindahannya. Kabupaten ini memiliki sejuta pesona dengan destinasi beragam, Baik wisata bahari, destinasi religi, air terjun, cagar budaya, tempat bersejarah, dan sebagainya.

Tidak perlu basa-basi lagi, Berikut rekomendasi tempat wisata di kebupaten Berau yang sedang hits dikunjungi Wisatawan:

  1. Labuan Cermin

Indonesia memang kaya akan pesona. Bukan hanya adat dan budaya, tempat wisata di Indonesia-pun menambah kekayaan negara yang berada di garis khatulistiwa ini. Pulau Kalimantan, salah satu pulau yang terlintasi garis khatulistiwapun memiliki daya pikat luar biasa. Pulau yang kekayaan alamnya cukup besar ini merupakan salah satu pulau yang wajib dinikmati keindahan alamnya. Tempat ajaib yang cukup unik ada disini, namanya Labuan Cermin.

Bukan pantai bukan pula pegunungan, tempat ini merupakan danau yang memiliki keindahan yang membuat berdecak kagum siapa saja yang mengunjunginya. Danau Labuan Cermin terletak di Desa Labuan Kelambu di Kecamatan Biduk-biduk Kalimantan Timur yang bisa ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 6 sampai 7 jam dari ibukota Kabupaten Berau, Tanjung Redeb, Kalimantan Timur. Meski perjalanan cukup jauh, rasa lelah akan segera terobati begitu melihat keindahan alam yang ada di Labuan Cermin.

Danau Labun Cerimn

Untuk mencapai Danau Labuan Cermin, pengunjung harus menyewa kapal dari dermaga dengan harga sewa kapal 200.000 untuk perjalanan pulang-pergi, dan akan lebih murah jika Anda datang bersama rombongan. Sesampainya di sana dijamin pengunjung akan dibuat terpana oleh kecantikan danau ini. Danau Labuan Cermin memiliki air yang sangat jernih, bahkan dasar dari danau yang berupa pasir laut inipun bisa terlihat dengan jelas. Mengapa dinamakan Labuan Cermin? Ini dikarenakan Labuan Cermin memiliki lapisan yang membuat cahaya matahari memantul. Hal tersebut terjadi karena Danau Labuan Cermin memiliki rasa asin yang akan terasa bila kita mengecap air dari permukaan danau, sementara air di dasar danau akan terasa tawar. Dua jenis air inilah yang membuat danau memiliki sebuah lapisan pemisah sehingga air dapat memantul. Tak jarang juga orang menyebut danau Labuan Cermin ini dengan panggilan ‘Danau Dua Rasa’. Meski terlihat dangkal, harus tetap waspada karena kedalaman danau ini sebenarnya mencapai 4 hingga 5 meter.

Pemandangan di sekitar Danau Labuan Cermin sangat menenangkan. Dikelilingi pepohonan rimbun yang membuat suasana sangat teduh, sehingga sangat tepat dijadikan tujuan wisata untuk sejenak melarikan diri dari keramaian yang kerap ditemui setiap hari. Konon bupati setempat memang mengembangkan Labuan Cermin sebagai destinasi wisata diawali dengan menetapkan kawasan ini sebagai kawasan konservasi atau kawasan lindung, setelah itu akan dilengkapi sarana penunjang yang akan memudahkan pengunjung menikmati keindahan danau sejuk yang memiliki dua rasa ini.

Labuan Cermin

Saat berada di Labuan Cermin, pengunjung dapat melakukan aktivitas berenang, snorkeling dan juga menyelam. Saat menyelam menggunakan kacamata snorkeling, akan terlihat beberapa ikan yang berenang tidak jauh dari permukaan dan ada pula yang jauh di dasarnya. Rasa dari air yang berbeda menyebabkan ikan-ikan terpisah. Ini dapat mempermudah membedakan mana jenis ikan air tawar dan yang mana ikan air laut.

Sebelum menuju ke Labuan Cermin, jangan lupa persiapkan alat snorkeling sendiri atau bagi yang lupa membawanya tidak usah khawatir. Di dermaga tempat penyebrangan terdapat toko penyewaan alat snorkeling beserta pelampungnya. Bagi yang ingin sekedar bermain air dan bersantai ria di atas ban, di Labuan Cerminnya pun tersedia penyewaan ban dalam mobil bahkan perahu air yang memiliki kaca transparan di bawahnya. Untuk penginapan dapat didapatkan di sekitar Biduk-Biduk dengan harga penginapan yang beragam, yaitu mulai dari seratus ribu rupiah hingga tiga ratus ribu rupiah per malamnya. Atau untuk para penganut perjalanan murah/backpacking, bisa juga menginap di rumah warga di sekitar Biduk-biduk.

Bagi para traveler ataupun pengunjung yang hendak plesiran ke Pulau Derawan dan Maratua, tak ada ruginya untuk turut memasukkan Labuan Cermin ke dalam itinerary perjalanan jelajah Kalimantan Timur. Jadi, penasaran ingin langsung menyelam dan merasakan air dengan dua jenis rasa sekaligus di Danau Labuan Cermin?

  1. Pulau Kakaban

Wisata di Berau yang kedua yaitu Pulau Kakaban, menjadi salah satu tempat wisata yang setidaknya harus kamu kunjungi seumur hidup sekali. Jika kamu punya kesempatan untuk berlibur ke Kalimantan Timur, maka kamu wajib mampir ke Pulau yang memiliki keindahan alam yang masih asli.

Pulau Kakaban termasuk salah satu dari 31 pulau yang tergabung dalam Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur dengan luas sekitar 774,2 hektar. Kakaban menduduki posisi ke empat setelah Derawan, Maratua, dan Sangalaki sebagai pulau yang terluas di Kepulauan Derawan.

Di sini kamu bisa menyaksikan hal istimewa yang sulit ditemukan di pulau lainnya.

Pulau Kakaban

Hal istimewa yang bisa kamu temukan di Pulau ini adalah keberadaan ubur-ubur tanpa sengat di Danau Kakaban. Ubur-ubur tanpa sengat hanya bisa kamu temui di sini atau di Pulau Palau, bagian Kepulauan Mikronesia, Samudra Pasifik.

Dibandingkan dengan Danau Ubur-Ubur di Palau, Danau Kakaban memiliki setidaknya dua keistimewaan seperti informasi yang dihimpun.

Pertama, dari segi ukuran, Danau Kakaban lebih luas ketimbang Danau Ubur-Ubur di Palau. Luasnya mencapai 390 ha dengan kedalaman maksimal 11 meter.

Kedua, Danau Kakaban memiliki lebih banyak jenis ubur-ubur. Palau hanya mempunyai satu jenis ubur-ubur tanpa sengat, yakni Mastigias yang populer dengan sebutan golden jellyfish alias ubur-ubur emas.

Sementara di Pulau Kakaban, setidaknya ada empat jenis ubur-ubur tanpa sengat yang bersarang di Danau Kakaban. Keempat spesies itu adalah ubur-ubur bulan Aurelia aurita, ubur-ubur totol Mastigias cf Papua, ubur-ubur kotak Tripedalia cystophora, dan ubur-ubur terbalik Cassiopea ornata. Ubur-ubur totol dan ubur-ubur terbalik paling banyak ditemui.

Berenang bersama ubur-ubur

Lantaran keistimewaan ini, Danau Kakaban tak cuma menjadi destinasi wisata para turis. Para peneliti pun kerap menyambangi daerah yang termasuk kawasan Kampung Ekowisata Payung-payung ini.

Menurut para ahli, sengat pada ubur-ubur di Pulau Kakaban tidak sepenuhnya hilang. Namun, sengat ini kemudian melemah setelah berevolusi selama jutaan tahun.

Konon alasannya karena tidak ada predator yang mengancam ubur-ubur yang berada di danau asin tersebut. Alhasil, “senjata” ubur-ubur ini tidak segahar ubur-ubur lainnya yang berada di lautan lepas.

  1. Telaga Biru

Wisata di Berau berikutnya Disebut telaga biru karena benar-benar telihat biru. Telaga ini sekilas seperti danau kecil biasa tetapi jangan heran ini telaga paling cetek 2 meter dan paling dalam lebih dari 10 meter. Meski dalam 10 meter kita masih bisa melihat hingga ke dasar telaga tersebut. Ada batang kayu pohon yang patah itu terlihat jelas didasar (sayang tak sempat tertangkap kamera), dan bahkan ikan ikan yang berkeliaran di dasar juga terlihat jelas. Kejernihan ini membuat mata kita benar benar segar. Kamu bisa memandangi dasar telaga dengan perahu kecil seperti ini.

Perahu kecil ini sangat nyaman di naiki hingga 4 orang. Harganya juga terjangkau Rp.30.000,-/jam. Tapi sayang sekali tidak dilengkapi pelampung. Padahal demi keselamatan harusnya tetap ada pelampung karena telaga dalamnya hingga 10 meter.

Telaga Biru

Dari gambar diatas mungkin kalian tidak menyangka jika ini 4 meter, karena begitu jernih nya. tapi percayalah itu bahkan bisa lebih dari 4 meter. Dan satu hal lagi telaga ini yang di jadikan sumber air PDAM setempat. Di ujung telaga ada sebuah pipa dan alat-alat seperti mesin pompa milik PDAM seperti ini.

Karena masih digunakan sebagai sumber air PDAM maka warga setuju untuk menjaga kecernihan air tersebut. Ada banyak peraturan yang tidak boleh di lakukan disana. seperti dilarang mandi menggunakan sabun, dan alat mandi lainnya, dilarang menangkap ikan. Meski kalian bisa melihat ikan dengan jelas, bahkan ikan ikan itu kerap kali datang menghampirimu ketika kamu sedang berenang tetapi ikan tersebut tidak boleh ditangkap apalagi dibawa pulang. Bahkan rumput -rumput di dasar telaga yang panjangnya bisa bermeter meter mengikuti kedalaman telaga tersebut tidak boleh diambil. Padahal rumput itu dapat di buat kerajinan tangan seperti tikar. Yah, kalau bukan kita siapa lagi yang menjaga alam ini kan? Sayang sekali, jika rusak anak cucu kita tak dapat merasakan keindahan yang kita lihat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *