wisata palu

5 Wisata Palu Yang Indah Dan Bikin Anda Sangat Terkejut

Advertisement

Kota Palu adalah Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Palu merupakan kota yang terletak di Sulawesi Tengah,  dan juga wisata palu yang sangat terkenal dan juga bikin anda ketagihan dan juga bikin anda betah untuk kesana,berbatasan dengan Kabupaten Donggala di sebelah barat dan Utara, Kabupaten Sigi di sebelah selatan, dan Kabupaten Parigi Moutong di sebelah timur. wisata palu.Kota Palu merupakan kota lima dimensi yang terdiri atas lembah, lautan, sungai, pegunungan, dan teluk. Koordinatnya adalah 0,35 – 1,20 LU dan 120 – 122,90 BT. Kota Palu dilewati oleh garis Khatulistiwa. Penduduk Kota Palu berjumlah 342.754 jiwa (2012).sal usul nama kota Palu adalah kata Topalu’e yang artinya Tanah yang terangkat karena daerah ini awalnya lautan, karena terjadi gempa dan pergeseran lempeng (palu koro) sehingga daerah yang tadinya lautan tersebut terangkat dan membentuk daratan lembah yang sekarang menjadi Kota Palu.Istilah lain juga menyebutkan bahwa kata asal usul nama Kota Palu berasal dari bahasa kaili VOLO yang berarti bambu yang tumbuh dari daerah Tawaeli sampai di daerah sigi. Bambu sangat erat kaitannya dengan masyarakat suku Kaili, ini dikarenakan ketergantungan masyarakat Kaili dalam penggunaan bambu sebagai kebutuhan sehari-hari mereka. baik itu dijadikan Bahan makanan (Rebung), Bahan bangunan (Dinding, tikar, dll), Perlengkapan sehari hari, permainan (Tilako), serta alat musik (Lalove).

Kota Palu sekarang ini dan wisata palu adalah bermula dari kerajaan yang terdiri dari kesatuan empat kampung, yaitu: Besusu, Tanggabanggo yang sekarang bernama Kelurahan Kamonji, Panggovia yang sekarang bernama Kelurahan Lere, dan Boyantongo yang sekarang bernama Kelurahan Baru. Mereka membentuk satu Dewan Adat disebut Patanggota. Salah satu tugasnya adalah memilih raja dan para pembantunya yang erat hubungannya dengan kegiatan kerajaan. Kerajaan Palu lama-kelamaan menjadi salah satu kerajaan yang dikenal dan sangat berpengaruh. Itulah sebabnya Belanda mengadakan pendekatan terhadap Kerajaan Palu. Belanda pertama kali berkunjung ke Palu pada masa kepemimpinan Raja Maili (Mangge Risa) untuk mendapatkan perlindungan dari Manado pada tahun 1868. Pada tahun 1888, Gubernur Belanda untuk Sulawesi bersama dengan bala tentara dan beberapa kapal tiba di Kerajaan Palu, mereka pun menyerang Kayumalue. Setelah peristiwa perang Kayumalue, Raja Maili terbunuh oleh pihak Belanda dan jenazahnya dibawa ke Palu. Setelah itu ia digantikan oleh Raja Jodjokodi, pada tanggal 1 Mei 1888 Raja Jodjokodi menandatangani perjanjian pendek kepada Pemerintah Hindia Belanda. Pada awal mulanya, Kota Palu merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Palu. Pada masa penjajahan Belanda, Kerajaan Palu menjadi bagian dari wilayah kekuasaan (Onder Afdeling Palu) yang terdiri dari tiga wilayah yaitu Landschap Palu yang mencakup distrik Palu Timur, Palu Tengah, dan Palu Barat; Landschap Kulawi; dan Landschap Sigi Dolo.Pada tahun 1942, terjadi pengambilalihan kekuasaan dari Pemerintahan Belanda kepada pihak Jepang. Pada masa Perang Dunia II ini, kota Donggala yang kala itu merupakan ibukota Afdeling Donggala dihancurkan oleh pasukan Sekutu maupun Jepang. Hal ini mengakibatkan pusat pemerintahan dipindahkan ke kota Palu pada tahun 1950. Saat itu, kota Palu berkedudukan sebagai Kepala Pemerintahan Negeri (KPN) setingkat wedana dan menjadi wilayah daerah Sulawesi Tengah yang berpusat di Kabupaten Poso sesuai Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1950. Kota Palu kemudian mulai berkembang setelah dibentuknya Residen Koordinator Sulawesi Tengah Tahun 1957 yang menempatkan Kota Palu sebagai Ibukota Keresidenan.Terbentuknya Provinsi Sulawesi Tengah berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1964, status Kota Palu sebagai ibukota ditingkatkan menjadi Ibukota Provinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah. Kemudian pada tahun 1978, Kota Palu ditetapkan sebagai kota administratif berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1978. Kini, berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1994 Kota Palu ditingkatkan statusnya menjadi Kotamadya Palu.

Pulau Kadidiri

Yang pertama dari wisata palu adalah Pulau kadidiri yang salah satu kota yang terkenal di Pulau Sulawesi adalah kota Makassar. Kota Makassar sendiri terletak di Sulawesi bagian selatan. Tetapi siapa sangka jika Sulawesi Tengah juga memiliki potensi wisata yang tidak kalah menarik. Provinsi yang beribukota di Palu ini memiliki lokasi wisata yang justru lebih terkenal dikalangan wisatawan asing. Tempat wisata tersebut adalah Pulau Kadidiri.

wisata palu
Pulau Kadidiri

Pulau Kadidiri berlokasi dalam kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean, yang terletak di Teluk Tomini, Sulawesi Tengah. Lokasi dari pulau ini sangat jauh dari kota besar.Anda membutuhkan waktu tempuh sekitar 3-6 jam perjalanan dengan kapal laut dari Kota Ampana, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan sekitar 30 menit lagi dari Wakai ke Pulau Kadidiri.Untuk mencapai Pulau Kadidiri, Anda harus menempuh perjalanan dengan perahu melalui rute dari dermaga di Ampana, ibukota Kabupaten Tojo Una-Una menuju Pulau Wakai – Bomba – Kadidiri. Tarif yang harus Anda bayar antara 30.000 – 50.000 Rupiah setiap orangnya dengan waktu tempuh sekitar 5-6 jam.

Jembatan Palu IV

Jembatan Ponulele yang menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Tengah, ambruk akibat gempa magnitudo 7,4 dan tsunami yang terjadi pada Jumat petang, 28 September 2018.Sebelum Roboh,jembatan ini menjadi jembatan favorit di kota palu warga warga hingga wisatawan mancanegara untuk mengabdikannya dalam gambar.Kehadiran jembatan berwarna kuning melengkung membentuk hurum M, menambah keindahan panaroma alam yang mengagumkan di kota Palu. Jembatan ini sering dikunjungi wisatawan yang juga ingin menikmati panorama seluruh isi Kota Palu.

wisata palu
Jembatan Palu

Ketika berada di jembatan ini, pengunjung dapat melihat seluruh isi Palu, mulai dari pegunungan, sungai, Teluk Palu, hingga bangunan rumah warga.Semenjak diresmikan pada 2006, jembatan ini menjadi tempat favorit warga Palu dan sekitarnya untuk menghabiskan waktu di sore hari sambil menikmati senja. Selain di sore hari, jembatan ini juga sangat indah dilihat di malam hari karena dilengkapi dengan lampu hias yang menambah keindahannya. Jembatan Palu IV diresmikan pada Mei 2006 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jembatan itu dibangun masa kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tengah, Aminuddin Ponulele pada periode 2001-2006. Makanya, jembatan ini awalnya dikenal dengan nama Jembatan Ponulele.Seiring berjalannya waktu dan berakhirnya masa jabatan Aminuddin Ponulele, jembatan ini kemudian disebut oleh masyarakat di Palu sebagai Jembatan Palu IV.Jembatan ini mempunyai nilai tersendiri bagi masyarakat Indonesia, khususnya Sulawesi Tengah, karena merupakan jembatan lengkung pertama yang ada di Indonesia. Jembatan ini juga sekaligus jembatan lengkung ketiga yang ada di dunia setelah jembatan lengkung yang ada di Jepang dan Prancis.Jembatan sepanjang 300 meter ini berada di atas Teluk Talise dan menghubungkan wilayah Palu Barat dan Palu Utara. Jembatan ini juga dapat menjadi jalur yang dapat dilalui dari kota Palu menuju Donggala.

Pulau Lutungan

Pada zaman dahulu, jauh sebelum pulau ini disebut Lutungan, masyarakat Tolitoli mengenal pulau tersebut dengan sebutan Tando Kanau (Tanjung Enau). Karena dulu semenanjung pulau ini dipenuhi oleh pohon enau. Pohon enau tersebut diyakini oleh sebagian masyarakat Tolitoli memiliki filosofi karena selain sebagai bahan untuk membuat gula merah, pohon enau juga dipercaya dapat menangkal petir. Buahnya bisa menjadi kolang-kaling dan ijuknya dipakai untuk atap rumah serta masih banyak kegunaan lainnya.Konon, saking banyaknya pohon enau yang berada di pulau tersebut, oleh masyarakat Tolitoli dinamai Tando Kanau, yang secara etimologis disebutkan bahwa Tando berarti Tanjung dan Kanau artinya enau.Menurut hikayat, wilayah Tolitoli ini sudah ada sejak zaman purba atau semenjak Tuhan menciptakan keberadaan dunia ini. Hanya saja kala itu belum berpenghuni manusia. Manusia yang pertama mendiami Tolitoli adalah keturunan Tomanurung (keturunan Dewa).Kata Tolitoli berasal dari kata Totolu (Tau Totolu atu Tiga Orang). Nenek moyang orang Tolitoli berasal dari tiga manusia kayangan yang menjelma ke bumi ini masing-masing melalaui Olisan Bulan, Bumbung Lanjat dan Ue Saka. Yang menjelma melalui Olisan Bulan (bambu emas) dikenal sebagai Tau Dei Baolan atau Tamadika Baolan, yang menjelma melalui Ue Saka (sejenis rotan) dikenal sebagai Tau Dei Galang atau Tamadika Dei Galang, sedangkan seorang putri yang menjelma melalui Bumbung Lanjat (puncak pohon langsat) dikenal sebagai Tau Dei Bumbung Lanjat atau Boki Bulan.

wisata palu
Pulau Lutungan

Suku Tolitoli mendiami suatu daerah yang membentang dari sebelah selatan Sojool Seoo Lenjuu, Pulau Taring hingga di sebelah utara Kuala Lakuan, Gunung Raeta dan Gunung Tabadak. Tamadika Dei Galang menghilang di Gunung Galang di Kecamatan Galang dengan mengendarai kuda warna merah, Tamadika Baolan menghilang di Desa Dadakitan dengan menunggang kuda kuning, sedangkan Boki wisata palu Bulan menghilang di Gunung Tatanggalo dengan menunggang kuda putih. Ketiga manusia kayangan tersebut menurunkan suku Tolitoli.Semua pulau kecil yang berada di depan Kota Tolitoli merupakan pelindung dan perisai bagi Kota Tolitoli dari gangguan dan ancaman dari luar. Perisai terdepan sebagai ring ketiga adalah penjaga yang berada di Pulau Simatang. Masyarakat setempat menyebut penjaga tersebut sebagai Mihasa dan Seu. Perisai kedua adalah Pulau Kabetan, yang merupakan penjaga ring kedua. Penguasa gaib di pulau ini oleh masyarakat setempat disebut Barzanin. Sedangkan perisai pertama adalah Pulau Lutungan yang terkenal dengan sebutan Tando Kanau. Sebagai penjaga dan pelindung Kota Tolitoli, Tando Kanau merupakan ring satu. Penguasa gaib di pulau ini, disebut Kalna Hadin.

Menurut kepercayaan masyarakat asli wisata palu ini  yang bermukim di sana, di Tando Kanau terdapat kekuatan supra natural. Pulau ini diyakini sebagai pusat kekuatan gaib yang bersumber dari Gunung Tatanggalo dan juga sebagai pusat pertemuan dunia gaib dari ketiga leluhur suku Tolitoli, yaitu Tamadika Baolan, Tamadika Dei Galang dan Boki Bulan. Selain itu, Tando Kanau juga merupakan cabang dunia gaib dari pusat dunia gaib di seluruh dunia yang berpusat di Uwentira di daerah Tanah Kaili, Palu.

Gunung Gawlise

Gunung Gawalise adalah nama gunung di Sulawesi Tengah. wisata palu ini di Gunung ini terletak disisi barat kota Palu. Jalur pendakian ke Gunung melalui kelurahan Silae tepatnya dari lokasi Taman Ria kota Palu atau dibibir pantai teluk Palu. Gunung Gawalise mempunyai ketinggian kurang lebih 2023 mdpl[1] merupakan gunung yang jalurnya bisa dikatakan ekstrem di daerah Kota Palu, walaupun hanya mempunyai ketinggian di atas 2000 tetapi gunung ini didaki mulai dari titik 0 mdpl. Gunung yang terletak dibagian barat Kota Palu ini sering dikunjungi oleh para pendaki yang ingin menghabiskan waktu liburnya (weekend), karena jaraknya yang sangat berdekatan dengan Kota Palu. Gunung yang didiami oleh suku Kaili Da’a ini banyak menawarkan pemandangan eksotik lembah Palu, selain kita bisa melihat secara keseluruhan daerah Kota Palu. wisata palu Akses ke gawalise termasuk ideal, hal ini dikarenakan akses para pendaki yang cukup mudah, dapat ditempuh sekitar 10 menit dari pusat kota palu dengan angkutan umum. 1 jam perjalanan dari pelabuhan pantoloan atau cukup 15 menit dari bandara mutiara Palu. Hampir seluruh wilayah lembah Palu menyimpan potensi emas yang luar biasa. Kandungan emas di wilayah Kelurahan Poboya hanyalah sebagian kecil dari kandungan emas di lembah Palu, sementara wilayah kaki Gunung Gawalise juga menyimpan emas yang kadarnya terbilang banyak.Kepala Dinas Pertambangan Sulawesi Tengah Mohammad Solmi mengatakan hasil survei Dinas Pertambangan menunjukkan di wilayah kaki Gunung Gawalise terdapat sumber emas yang diduga melebihi kandungan emas di Poboya.

wisata palu
Gunung Gawlise

Selain lokasi yang mudah dan murah dicapai, wisata palu ini juga ada puskesmas atau rumah sakit juga cukup dekat, Puskesmas lengkap yang terdekat adalah puskesmas Kamonji sekitar 3 Kilometer dari titik start dan Rumah Sakit Umum Anutapura 3 kilometer yang mudah dicapai dengan angkutan umum. Gunung Gawalise berada di sebelah barat kota Palu tepatnya di kelurahan silae. Gunung ini merupakan pilihan alternatif para pendaki di Palu karena jaraknya yang cukup dekat dari pusat kota. hanya sekitar 15 menit perjalanan mobil, kita telah sampai di kaki gunung.Perjalanan di mulai dari pelabuhan pantoloan kemudian naik mobil ke kelurahan silae (palu barat) dan turun di rumah makan “simpang lima” dari sini anda harus menyusuri jalan aspal sekitar 500 m untuk sampai ke desa Dombu (kaki gunung Gawalise). desa Dombu di diami oleh suku da’a sub etnis suku kaili. warga desa dombu juga masih tradisional dan sangat menjaga adat istiadat mereka

Pantai Talise

Yang terakhir adri wisata palu adalah Pantai Talise terletak 2 km sebelah utara Kota Palu, ini merupakan salah satu objek wisata utama di Kecamatan Palu Timur. Pantai ini merupakan tempat wisata utama di Kota Palu setelah Istana Pusat Sulawesi. Pantai ini membentang di Kota Palu hingga Kabupaten Donggala.Pada awal tahun 2005, pantai ini sepi orang selama tiga pekan menyusul merebaknya kemunculan isu tsunami pascagempa tektonik berkekuatan 6,2 skala richter yang mengguncang pada 24 Januari 2005. wisata palu, bisik angin pantai Sulawesi tenggelam oleh riuh rendah suara anak mengaji bersahut-sahutan. Mereka puluhan, sebagian tidur-tiduran menunggu giliran, bercengkerama dengan yang lain, dan beberapa berlari-lari karena mungkin kelebihan energi. Sore itu, dia dan temannya dari Jakarta mampir sejenak untuk shalat di masjid terapung, sekalian janjian dengan teman asli Palu, sebelum melanjutkan perjalanan ke Donggala untuk penelitian tentang dampak perubahan iklim yang dilakukan oleh Kemitraan. Anak-anak yang entah sudah mendapatkan giliran mengaji atau belum dengan penuh semangat memberitahu, begitu dia dan temannya kebingungan mencari air wudhu. Ketika air di keran tidak mengalir, salah satu dari mereka langsung sigap mencari solusi. Sebelum terjadinya gempa dan tsunami di wilayah Palu, Pantai Talise terkenal dengan pantai yang memiliki pasir putih dengan ombaknya yang tenang dan memukau.

wisata palu
Pantai Talise

Memandang keindahan dari wisata palu ini diteluk dari Pantai Talise di sore hari menjadi lokasi yang tepat untuk menghabiskan waktu sore.Memiliki keindahan sunset, Pantai Talise juga memiliki perbukitan yang memesona dan akan memanjakan mata pengunjung dengan keindahan panoramanya.Selain hanya menikmati keindahannya, aktivitas yang bisa dilakukan di Pantai Talise antara lain renang, menyelam, memancing, hingga sky air.Berada dekat dengan pusat kota menjadikan pantai ini banyak dikunjungi oleh masyarakat sekitar dan para wisatawan.

Advertisement
Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.