6 Tempat Makan Non Halal Di Medan Yang Enak

0
84
Mie Pangsit Tiong Sim

Berkumpulnya keluarga, apalagi kalau orang Medan, tidak terlepas dari yang namanya ‘makan’. Mau itu sarapan, makan siang atau makan malam, pokoknya kalau ngumpul yang namanya makan itu wajib. berikut ini 6 tempat makan di medan yang non halal

BPK Tesalonika

Yang biasanya berwisata ke kota Brastagi pasti setidaknya pernah singgah ke tempat ini. Daerah Jamin Ginting mayoritas ditempati oleh etnis Batak, sehingga banyak dijumpai rumah makan yang menyajikan sajian babi panggang atau lebih dikenal sebagai BPK, Babi Panggang Karo. *Karo ialah nama salah satu suku Batak.

BPK Tesalonika

Tak heran apabila Tesalonika merupakan rumah makan yang paling ramai dikunjungi di daerah tersebut. Terletak di Jalan Jamin Ginting no 103 simpang Selayang, rumah makan dengan cerobong asap yang tinggi menjulang ini tidaklah sulit ditemukan.

Ga usah bingung lagi untuk memilih menu makanan, karena memang yang disajikan hanya menu BPK, ataupun ikan arsik sebagai penambah menu. Kelebihan di rumah makan ini ialah porsinya… bisa per-orang, ataupun perkilo. Rata-rata pengunjung yang datang bersama rombongan memesan porsi sedemikian karena harga yang lebih murah dan tentunya lebih puas. Rumah makan yang sudah lama berjualan ini belakangan makin sukses dengan penambahan ruangan makan di lantai 2 yang menggunakan AC serta lebih bersih, dan didukung oleh tempat parkir yang nyaman serta gratis!

Soto Babi Aseng

aat melangkah memasuki kedai, aroma soto yang bertebaran di udara menjadi nostalgia salah satu anak TBM yang bersekolah di seberangnya. Ya! Soto Babi Aseng yang berada tepat di seberang sekolah WR Supratman. Masih ingat dengan artikel TBM tentang Chinese Food Ayi Gal Gadot? Nah, Soto Babi ini berada di dalam kedai kopi yang sama.

Untuk kalian yang mau cari sensasi baru dari Soto Sinar Pagi atau Soto Kesawan, soto babi Aseng ini bisa menjadi salah satu pilihan. Dengan menghadirkan citarasa yang lebih mild, aroma rempah yang lebih ringan dan kuah yang tidak terlalu kental tapi tetap menghadirkan rasa soto yang khas, saya pribadi yakin kalau Soto Aseng ini bisa dinikmati berulang kali tanpa meninggalkan rasa jelak.

Soto Babi Aseng

Meski begitu, Soto Babi Aseng ini agak berminyak kalau menurutku. Tapi tekstur dagingnya yang lembut dan jauh dari kata alot saat digigit pun seakan menjadi nilai plus yang menutupi problema tadi–apalagi dagingnya cukup generous.

Tidak begitu cocok dengan daging babi? Daging ayam juga disediakan oleh koh Aseng di sini. Sesederhana mengganti daging babi menjadi daging ayam, jadilah Soto Ayam Aseng. Kuah sotonya ya tetap sama.

Lokasinya sama mudahnya dengan menemukan lokasi Ayi Gal Gadot. Kedai Soto Babi Aseng berada di Jalan Asia simpang Jalan Lahat dengan kedainya yang menghadap langsung ke jalan Asia.

Nasi Siobak/Chasio Akiong

Berbeda dengan Soto Babi Aseng tadi yang harus stand by jam 8 atau jam 9 di kedainya, Siobak Akiong justru jam segitu baru memulai bisnisnya. Jangan anggap remeh, meski gedung tempat jualannya cukup sederhana dan hanya tersedia 5 meja, dagangan Acek ini laris manis lho.

Butuh tenaga dan keahlian ekstra untuk memotret aksi Acek ini saat lagi motong daging. Pasalnya, gerakan acek ini kenceng pake banget, kontras dengan penampilan usianya yang tidak lagi muda.

Nasi Siobak

Seporsi Nasi Siobak-nya lengkap banget. Dimulai dari CharSiew yang dibakar hingga garing dan manis sampai ke Charsiew dengan dagingnya yang lembut juga ada. Tidak hanya itu, Siobaknya yang juicy dan smokey dipotong dengan sedikit kasar dan lebar terpampang lengkap di atas piring. Telur kecap, LapCheong dan Ayam Goreng juga turut menjadi anggota dalam seporsi Nasi Siobak Akiong.

Nggak cuma laundry yang kiloan, Siobak dan CharSiew acek Akiong bisa dibeli secara kiloan. Tentu harga dan kelengkapannya tidak selengkap seporsi Nasi Siobak-nya, soalnya kalian hanya memilih daging apa saja yang kalian inginkan dan jumlahnya berapa banyak.

Lokasi Acek Akiong ini tidak sulit ditemukan. Kalau kalian tahu RM Gek Lan yang ada di jalan Berlian Sari, maka Acek Akiong ini duluan kalian temukan, sebelum masuk lebih dalam ke arah RM Gek Lan.

Sate Babi Yose Rizal

Tidak henti-hentinya saya menyerukan tentang “pelestarian” kuliner legendaris yang semakin termakan zaman. Salah satunya adalah Sate Babi Yose Rizal ini. Sedikit bersyukur karena kini Acek sudah menempati lokasi baru yang lebih rapi dan teratur. Suasana dine-in juga terasa lebih nyaman dibanding lokasi sebelumnya.

Bukan orang Medan, tetapi Acek ini adalah asli orang Padang yang hijrah ke Medan.

Sate Babi Yose Rizal

Gerakan-gerakan luwesnya saat menyusun sate di atas panggangan, menyapunya dengan minyak, menggoyangkan lengannya yang keriput namun kokoh, hingga menyajikannya ke atas meja terasa sangat satisfying. Sempat terbersit sejenak entah sampai kapan legenda ini akan bertahan.

Rahasia dibalik kelezatan satenya adalah sebelum dipanggang dan disajikan ke pelanggannya, sate mentahnya direndam dulu dengan bumbu kecap selama kurang lebih dua jam.

Beda sama lokasi kekinian yang banyak digandrungi kids zaman now, lokasi Acek ini justru seakan menjadi lokasi perkumpulan masyarakat sekitar Medan yang sudah senior.

BPK Haleluya

Saya nggak tahu penggunaan nama Haleluya ini alasannya apa, tapi yang jelas saya pribadi seakan menemukan cahaya terang dari langit karena BPK-nya yang mendarat tepat di hati.

Pantang rasanya duduk berlama-lama di RM BPK tanpa segera memesan makanannya. Sekilo daging panggang, kidu-kidu dan tidak lupa yang wajib hadir yaitu saksang pun menjadi ‘pilihan’ kami saat itu–semua itu yang ada di dalam menu.

BPK Haleluya

Dari sekian banyak BPK, saya pribadi memastikan akan kembali ke tempat yang satu ini karena daging Babi Panggangnya yang empuk, juicy dan berlemak. Kidu-kidunya juga tidak kalah jagonya dengan daging panggangnya, meski saya masih lebih suka kidu-kidu di Ola Kisat. Kalau saksang di Haleluya, bumbunya tidak sebasah/secair saksang di tempat lain. Bumbu darahnya cenderung mengental dan lengket pada dagingnya. Sebuah sensasi yang berbeda dari menikmati seporsi saksang babi.

Oh ya, jangan terkejut jika darah di sini tidak diberi sentuhan rempah khas Batak yaitu andaliman. Kami juga sempat bertanya-tanya. Ternyata tidak berapa lama, menyusul piring-piring kecil dengan cabai rawit dan ANDALIMANNYA. Jadi, kalian tinggal mengaduknya saja dengan darah tadi.

Mie Pangsit Tiong Sim

Lokasi berikutnya yang menurut kami wajib kalian kunjungi untuk kumpul-kumpul bareng keluarga saat ChengBeng adalah Mie Pangsit Tiong Sim.

Menonton aksi meracik mie-nya sangat menarik. Meski bukan owner/pengelolanya langsung yang turun tangan untuk menahkodai dapur mereka, performance dari asisten-asistennya saat meracik seporsi Mie terlihat sangat menarik. Berbagai detail penting juga dilakukan sesuai arahan dari owner.

Dimulai dari penggunaan timer saat merebus mie, cara mengaduk mie, takaran porsi dagingnya, dll, tampak seperti sebuah film diputar langsung di depan mata. Prosesnya cukup cepat kok, jadi kalian tidak perlu menunggu lama dan menahan rasa lapar lebih lama.

Mie Pangsit Tiong Sim

Saya sempat terbelalak melihat topping daging kecapnya dan ayam suwirnya yang rame buanget!

Kebiasaan saya saat makan mie pangsit adalah TIDAK menuangkan kuahnya terlebih dahulu agar lebih terasa aroma asli mienya seperti apa. Suapan pertamanya bikin mata saya berbinar. Daging kecapnya yang lembut dan manis menari-nari di atas lidah saat saya kunyah. Tekstur dari ayam suwirnya juga membaur dengan tekstur daging kecapnya. Tidak terasa kontras, tapi masih dapat dibedakan mana ayam dan mana babi.

Wow!! Enak enak bukan makanan non halal Medan  nya? makanan non halal ini adalah salah satu makanan yang harus kita banggakan dan harus kita jaga karena sekarang kebanyakan makanan ini sudah diolah lagi oleh orang orang indonesia dan terjamin. Jadi bagi teman teman jika berkunjung di suatu tempat wisata kuliner menjadi wisatawan yang sangat peduli dan ramah terhadap lingkungan, dengan cara membuang sampah ditempat nya dan bertindak sesuai adabnya ya.

Sangat senang sekali sudah dapat mengisi waktu sebentar anda untuk melihat artikel wisata kuliner ini. Sekian dulu ya dari kami, kami akan hadir untuk anda lagi, jadi jangan lupa ya coment gimana sih wisata kuliner kuliner legendaris solo ini .

Sekian dulu dari kami, terima kasih telah membaca artikel makanan non halal Medan . Jika ada salah penulisan kami minta maaf yang sangat besar. Yakkk dahh teman teman, sampai jumpa kembali di artikel selanjutnya….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here