Ingin Berliburan Di Pekalongan? Jangan Lupa Untuk Pergi Ke 4 Wisata Pekalongan Yang Hits Ini

pekalongan

Nama pekalongan berasal dari nama kalong, kalong sendiri merupakan bahasa jawa yang mempunyai arti kelelawar dalam bahasa indonesia. Nama Peklaongan juga mempunyai cerita legenda, pada jaman dahulu sesorang yang bernama raden bahu (bupati kendal yang pertama) yang juga merupakan abdi dalem sultan agun. Raden bahu di perintahkan oleh sultan agung untuk membangun sebuah daerah di sebelah barat kabupaten kendal. Raden bahu pun melakuakn ritual tapa ngalong (tapa seperti kelelewar) di daerah tersebut. Pekalongan adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang berada di jalur Pantura (pantai utara) yaitu jalur yang menghubungkan kota Jakarta sampai ke beberapa kota di bagian timur pulau Jawa seperti kota Surabaya.

Nama Pekalongan berasal dari kata ” Kalong “ yaitu sejenis kelelawar. Tapi bukan berarti di daerah ini banyak kelelawarnya, Konon katanya, nama ini berasal dari Bupati Kendal pertama yaitu Raden Bahu yang melakukan ” Tapa Kalong “ di sebuah gua sebelum membuka daerah ini.Kini, kota yang berjuluk ” Kota Batik “ ini sudah banyak terdapat tempat wisata menarik yang bisa dijejalahi. Lantas, seperti apa saja tempat wisata di Pekalongan tersebutKota pekalongan juga berbatasan langsung dengan daerah / kota tujuan wisata lainya di jawa tengah sperti Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Batang, Kabupaten Brebes, Kabupaten Wonosobo dan Juga Kabupaten Kendal. Lokasi yang di lewati oleh jalur pnatai utara pulau jawa memuat akses menuju pekalongan pun mudah di jangkau.

Puncak tugu

Tempat wisata alam yang sangat indah di Kabupaten Pekalongan, yakni Puncak Tugu Petungkriono, yang terletak di Dusun Sikucing Desa Yosorejo.Puncak Tugu Petungkriyono merupakan salah satu puncak dari Pegunungan Kendeng.Masyarakat Kabupaten Pekalongan menyebut puncak ini dengan Puncak Tugu, karena terdapat Tugu Trianggulasi peninggalan Belanda. Batu berwarna putih ukuran 40 x 40 sentimeter dengan tinggi 70 sentimeter, berbentuk stupa ini dibuat oleh Pemerintah Belanda pada awal abad ke 18.

pekalongan
Puncak tugu

Di atas ketinggian 2.117 Mdpl ini, mata kita akan dimanjakan pemandangan yang begitu indah. Kita bisa melihat beberapa kota dari puncak Tugu Petungkriyono ini. Seperti Banjarnegara di sisi selatan, serta kota Pekalongan dan Batang dari sisi utara. Utamanya saat malam hari, terlihat temaram lampu kota di tiga daerah tersebut. Sebab, secara geografis, puncak Tugu berada di berbatasan Banjarnegara atau sebelah timur Gunung Rogojembangan.Puncak Tugu Petungkriono juga dikenal dengan sebutan situs Rogojembangan. Raga artinya Badan, dan Jembanagan adalah  Pemandian. Warga sekitar sangat percaya bahwa Puncak Tugu Petungkriono adalah tempat pemandian leluhur.

Bukit Bintang Kutorojo

Wisata Bukit Bintang Kutorojo adalah sebuah bukit yang berada di pinggiran kota, yang mana ketika malam hari kalian akan melihat gemerlap kota Pekalongan dari atas bukit bintang kutorojo ini. Bukit bintang kutorojo masih belum banyak dikenal masyarakat, meskipun begitu kalian dapat mengajak teman atau kerabat terdekat untuk menikmati malam yang tidak biasa di tempat ini.

pekalongan
Bukit Bintang Kutorojo

Terletak di Kutorojo, Kajen, Kabupaten Pekalongan, Bukit Bintang Kutorojo terhitung lokasi yang masih sepi ketika malam hari, karena memang akses untuk mendaki bukit ini terbilang tidak mudah. Jalanan berbatu kerikil adalah salah satu mengapa wisata yang satu ini enggan dikunjungi bagi mereka yang tidak menyukai rintangan. Namun bagi kalian yang menyukai rintangan, kalian dapat mengunjungi wisata bukit bintang kutorojo ini, khususnya di sore hari menjelang petang. Kami yakin, apa yang ditawarkan disini dengan pemandangan yang tidak biasa tidak akan membuat kalian kecewa.

Wisata Bahari PPNP

Di depan gerbang ada area parkir cukup luas. Area parkir luar Wisata Bahari Pekalongan itu tampaknya disediakan bagi para pengunjung yang datang membawa kendaraan pribadi atau bus pada hari libur nasional, saat kendaraan pribadi mungkin dibatasi untuk masuk ke dalam area.

Di gerbang kami membayar karcis masuk untuk persorangan dan juga mobil, karena hari itu bukan akhir pekan dan bukan hari libur nasional, sehingga pengunjung relatif sepi, dan kami bisa masuk hingga ke bagian dalam kawasan. Area tempat wisata yang bersebelahan dengan Pantai Pasir Kencana itu berbentuk seperti labu, dengan leher kurus dan panjang.Penampakan gerbang masuk dan gerbang keluar Wisata Bahari Pekalongan, yang nama resminya adalah Wisata Bahari PPN Pekalongan.

pekalongan
Wisata Bahari PNPP

Selain PPN ada tiga jenis pelabuhan perikanan lainnya, yang kesemuanya berada di bawah Kementrian Kelautan dan Perikanan RI. Gardu mungilnya terlihat rapi, dengan logo ikan berhidung mancung lucu yang memegang canting batik.Kawasan pantai yang biasanya panas dengan sinar matahari terik menyengat, terlihat cukup menyenangkan dengan sejumlah pepohonan rimbun yang berada di area belakang gerbang. Tugu di kiri kanan gerbang dihias dengan relief berbagai jenis ikan dan binatang laut lainnya. Di puncak masing-masing tugu ada tiga patung ikan yang berdiri menghadap ke arah berbeda. Kami sempat masuk ke dalam gedung dua lantai Sea World Mini di Wisata Bahari Pekalongan ini, dan melihat ikan Belida (belido, lopis) yang elok. Ikan ini cantik dengan sisik halus dan bulatan hitam besar berpinggir terang pada badannnya. Dulu ia dipakai sebagai bahan utama pempek dan kemplang di Palembang, namun kini diganti tengiri karena harganya yang mahal.

Ada lagi ikan cantik lainnya, seperti Gurame Padang (Osphronemus gouramy) bersisik bule, ikan Koi yang konon membawa keberuntungan (buat penjualnya), dan Aligator (Spotted gar) yang mulutnya menyerupai moncong aligator. Juga ada kura-kura, ikan patin, belut laut, red tail catfish, dan ikan oscar yang berasal dari Sungai Amazone di Amerika Selatan.

Jenis perahu penangkap ikan serta jaringnya sempat kami lihat di lantai 2 gedung akuarium. Jika lantai satu terasa dingin, maka lantai dua lebih panas. Ada miniatur perahu dengan jaring kantong “lampara dasar” berukuran 45×22 m. Lalu miniatur Gillnet Cakalang, jari Purse Seine yang menyerupai kantong, kapal Tuna long line 60 GT, Trammel Net, dan banyak lagi.Di bagian depan ada area bermain anak, dengan deretan warung di belakangnya. Masuk lagi ada area outbound, dan kolam renang serta MCK, bersebelahan dengan gedung Sea World Mini. Di dekatnya, menjorok ke laut, ada gardu pandang, dimana juga terdapat perahu wisata. Ke dalam lagi ada sejumlah gazebo, dan paling ujung ada mercu suar serta tempat memancing gratis.

Mangrove Park Pekalongan

Hari sudah semakin sore ketika kami meninggalkan Museum Batik Pekalongan menuju arah pantai di utara. Hanya butuh beberapa menit saja kami sudah tiba di Pekalongan Mangrove Park (PMP), sebuah kawasan konservasi hutan bakau (mangrove) yang (masih) terus dikembangkan menjadi salah satu wisata di Pekalongan.

Kawasan konservasi hutan mangrove yang terletak di kelurahan Kandang Panjang, Pekalongan Utara ini dibangun pada tahun 2011 dengan rencana total luas sekitar 90 ha, tapi baru sekitar 5ha saja yang baru jadi.Hutan mangrove ini memiliki banyak sekali manfaat untuk lingkungan sekitarnya. Semisal, manfaat utamanya adalah untuk mencegah pengikisan permukaan tanah yang disebabkan oleh aliran air (disebutnya erosi), mencegah pengikisan air tanah dari hempasan ombak pantasi (abrasi) dan banyak lagi.Tapi selain itu, manfaat yang sudah bisa kita lihat juga adalah potensi ekowisata Pekalongan Mangrove Park ini yang bakal terus dikembangkan menjadi salah satu objek wisata di Pekalongan, dan di Jawa Tengah secara umum. Seperti kawasan konservasi hutan bakau yang sudah ada di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara atau yang ada di Bali.Tak sabar rasanya, kami pun memanfaatkan boat yang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menampung 10 orang. Disana ada tersedia 2 boat. Harga sewa boat di Pekalongan Mangrove Park ini sangat murah. Cukup dengan harga sewa 10ribu saja orang, kita sudah bisa berkeliling-keliling lorong-lorong mangrove selama kurang lebih 30 menit.

pekalongan
Mangrove Park Pekalongan

Masuk dari lorong satu ke lorong mangrove lainnya. Kita bisa melihat hutan bakau dari jarak dekat. Bahkan disini ada salah satu lorong mangrove yang disebut dengan lorong cinta, saya tak tahu kenapa dinamakan seperti itu. Tapi jadi cukup menarik perhatian saja. Padahal sama saja dengan lorong-lorong mangrove yang lain. Setelah puas keliling-keliling dengan boat lucu, kita bisa jalan-jalan santai di shelter-shelter yang dibangun diatas air atau bahkan melihat kawasan konservasi wisata Pekalongan Mangrove Park ini secara keseluruhan dari menara pandang. Tapi menara pandang ini hanya cukup menampung 3 hati orang saja, do’i gampang rapuh sepertinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *