Inilah 4 Tempat Kopi Jogja Yang Wajib Anda Kunjungi

0
179
jogja
Simetri Coffe

Jangan terburu-buru dalam menjalani sesuatu. Nikmati saja apa yang ada di jogja, seperti halnya meminum secangkir kopi.Frasa di atas hanyalah satu dari ribuan dari kalimat motivasi yang terinspirasi oleh kopi. Ya, kalian bisa menemukan banyak hal hanya dari secangkir kopi, tentu saja tergantung dari sudut pandang dan perspektif.Bagi kalian penggemar kopi dan kebetulan berada di Yogyakarta, tak ada salahnya mengunjungi sejumlah tempat ngopi Yogyakarta yang asyik. Tidak hanya tempatnya yang cozy, tapi juga atmosfernya juga bakal membuat kalian betah berlama-lama di sini. Sebenarnya ada banyak pilihan tempat nongkrong asik di Jogja yang bisa kamu tempati. Mau yang gaya hedon kayak Mekdi, HokBen atau Starbucks? ataupun model prihatin kayak angkringan, warnet atau burjo.Dari bangunan sederhana hingga modern, semuanya ada di Jogja. Saking banyaknya, malah bingung menentukan lokasi nongkrong paling pas.Namun jangan remehkan ulasan di bawah ini, karena kami akan menghadirkan beberapa lokasi yang sangat rokemended dengan suasana paling nyaman. Baik yang buka pagi hari, sore hari, hingga buka 24 jam.aftar yang kami sebutkan di bawah ini akan menyesuaikan dengan kebutuhan kamu yang berbeda-beda.Dari tempat nongkrong jogja yang buka 24 jam, lokasi hangout yang unik nan istagramable, hingga tempat nongkrong indoor dan outdoor paling hits dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.Di sana, kamu bisa nongkrong, bercengkrama, meet up dengan rekan kerja, nobar hingga mengerjakan tugas & skripsi kapanpun kamu inginkan.

Dan bagi kalian pemburu spot-spot Instagrammable dan juga penggila kopi, sepuluh tempat ngopi Yogyakarta di bawah ini tidak boleh kamu lewatkan. Yuk, simak daftarnya.Banyak spot menarik di Yogyakarta untuk menemani kalian menghabiskan hari, dan salah satu yang tak boleh dilewatkan adalah English Ivy Coffee di Kaliurang. Perpaduan nuansa sawah, perkampungan warga dan bangunan yang unik, kalian pasti langsung tahu tempat ini adalah spot yang pas untuk menunggu hari beranjak larut.Bangunan kafe-nya tidak begitu luas, semua ‘dinding’ dari kaca, jadi Anda bisa melemparkan pandangan menatap panorama alam di luarnya. Tidak ada sekat di bagian dalam kafe, plus interior dan furnitur yang minimalis, membuat Ivy Coffee terkesan retro, dan pastinya Instagenic.Kalian juga bisa memiliki banyak opsi untuk minuman dan kudapan, mulai dari kopi hitam kental hingga teh khas.

Noe Coffe

Siapa sangka ada kafe kecil, unik dan menarik di tengah kota Yogyakarta, yang kini menjadi super macet itu. Spot ini pas buat kalian yang ingin bersantai sejenak setelah dihajar keriuhan lalu lintas di Kota Gudeg.

jogja
Neo Coffe

Tempatnya sangat mudah dijangkau, tepatnya di seberang RS Bethesda. Setelah sampai di tempat ini, kalian akan disambut nuansa yang cozy dan atmosfer modern vintage. Ada tiga konsep ruangan, yaitu indoor, outdoor dan VIP Room, yang tentunya menawarkan kenyamanan di level yang berbeda.Bagi kalian yang ingin belajar menjadi Barista, di sini bisa menjadi tempat belajar pertama yang tepat, lho!

Lokasi: Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No.68, Klitren, Gondokusuman, YogyakartaHarga: Rata-rata 20,000 IDR

Kopi Negri Jurgen

Ada dua opsi yang bisa kalian pilih untuk menikmati kopi negri, yaitu di Samirono dan Jurgen. Tapi tempat ngopi Yogyakarta mana pun yang kalian pilih, pastinya sama-sama asyik dan Instagramable.Khusus untuk Kopi Negri Jurgen, kalian akan disuguhi nuansa mobil dan motor retro, beserta rambu-rambu lalu lintas dan petunjuk yang tak kalah etnik. Kesannya, kalian berada di bar atau kafe khas Amerika, tapi dengan atmosfer yang cozy dan menyenangkan.Pilihan menu minuman dan makanannya juga variatif.

jogja
Kopi Negri Jurgen

Yang harus kalian coba adalah ‘ramuan’ kopi yang diracik Barista-nya. Jogja selalu tak ada habisnya untuk dibahas, salah satunya yaitu warung kopi. Kini warung kopi banyak bertebaran di Jogja. Ada yang bernuansakan modern, tradisional, bahkan ada juga yang unik. Kali ini saya akan mengulas tentang warung kopi bernama “Warung Kopi Negri Jurgen”. Warung kopi ini terletak tak jauh dari Jogja Expo Center (JEC), jika kamu berangkat dari pusat Kota Jogja langsung saja menuju ke JEC lalu menuju ke selatan melalui jalan timur JEC, tak terlalu keselatan jauh kamu bisa mengamati kanan jalan dan kamu akan melihat sebuah warung kopi dengan nuansa vintage. Warung Kopi Jurgen buka setiap hari dari jam 1 siang hingga 1 malam, jadi nggak usah khawatir mau kesini hari apa saja pasti buka.Saat pertama kali masuk kamu akan disambut dengan ornamen-ornamen seperti rambu-rambu jalan dan plat tulisan vintage. Warung Kopi ini memiliki konsep “Vintage Otomotif” jadi tak heran jika disini banyak kendaraan bermotor yang sangat tua, ada juga sebuah mobil Land Rover yang disulap menjadi kursi dan juga meja bar. Cukup sayang bagi saya memotong mobil Land Rover menjadi meja dan kursi, namun inilah yang membuat warung kopi ini terlihat unik. Oh iya, tentu saja warung kopi ini juga instagramable, kamu bisa berfoto dengan motor-motor classic dan juga disudut-sudut ruangan dengan background plat-plat unik. Selain adanya kendaraan classic, disini arsitektur bangunannya juga dibuat traditional vintage, jadi terasa seperti sedang menikmati kopi dirumah jaman dulu.

Simetri Coffee

Bagi warga Jakarta, Simetri Coffee mungkin sudah cukup familier. Memang, Simteri di Kotabaru, Yogyakarta merupakan cabang dari store yang ada di ibu kota.Dan konsep kemewahan juga diusung ke Kota Gudeg.

jogja
Simetri Coffe

Mengambil bangunan kolonial khas Kotabaru sebbagai store, Simetri mengubahnya menjadi spot yang homey, asyik dan nyantai. Perpaduan interior dengan aksen kayu dan dominasi warna putih dan lighting yang soft membuat kalian merasakan kenyamanan ketika berada di dalamnya.Kesan industrialis juga terasa ketika melihat area diningnya. Sementara outdoor-nya juga cukup nyaman untuk kalian bersantai. Dan bagi kalian pencinta kopi, Simetri harus menjadi jujukan di sesi nya.

Filosofi Kopi Jogja

Filosofi Kopi menjadi salah satu karya terbaik Dee Lestari dan kemudian diwujudkan dengan berdirinya kedai kopi dengan nama yang sama di Jakarta. Kini, Filosofi Kopi juga melebarkan sayap di Yogyakarta.Berbeda dengan store mereka di ibu kota, Filosofi Kopi Yogyakarta lebih mengedepankan nuansa kota yang jauh lebih santai. Tidak ada kekakuan, hanya bersantai dan menikmati kopi sembari memerhatikan waktu yang terus berjalan. Tidak pula terdengar kebisingan dan deru kendaraan berlalu lalang, hanya nyanyian serangga di kejauhan.Dan ngopi sambil lesehan bisa kalian dapatkan di sini. Nuansa yang cozy akan terus menahan kalian untuk meninggalkan tempat ini.Filosofi Kopi yang sukses berat dengan buku dan filmnya mendongkrak kesuksesan kedai kopinya juga. Di Jakarta saja ada dua gerai Filosofi Kopi. Dan setelah film Filosofi Kopi 2 rilis maka lahir pulalah kedai Filosofi Kopi Jogja. Sama seperti yang ditampilkan di film, kedai yang satu ini bangunannya jauh dari tren kedai kopi sekarang yang kalau tidak minimalis, rustic, unfinished atau industrial. Dengan anggun Filosifi Kopi percaya diri menyerap budaya lokal dengan bangunan Rumah Joglo.Ada perasaan cemas sebelum mampir ke Filosofi Kopi Jogja. Kabarnya kedai ini selalu ramai dan harus mengantri.

jogja
Filosofi Kopi Jogja

Eh ternyata pada saat saya hampir gelap mampir ke sini suasana justru sedang damai-damainya. Hanya ada beberapa meja yang terisi. Barista pun terlihat santai ngobrol dengan tamu yang duduk lesehan di depan coffee bar. Mungkin saya sedang beruntung, kedai popular ini memberi damai yang asyik sekali.Filosofi Kopi Jogja terdiri dari beberapa bagian. Ada bagian luar yaitu di taman dengan lampu-lampu dan kursi meja santai, ada bagian coffee bar yang di depannya tersedia lesehan, ada beberapa ruangan semi terbuka yang adem untuk duduk sambil ngopi santai. Semua ruangan tanpa mesin pendingin. Terbuka dengan pendingin alami yang sejuk nan asri. Sangkin asri dan damainya saya masih bisa mendengar suara jangkring sayup-sayup dari kejauhan. Persis seperti ngopi di desa.Saat ke sini saya memerhatikan segalanya yang sempat ditampilkan dalam film. Logo ‘cangkir filosofi’ yang ikonik itu terpampang pada dinding kayu. Seperti menyambut para pendatang dengan senyumnya yang khas. Yang tak kalah unik dari tempat ini adalah lesehan yang berada di depan bar. Bangunan yang hampir mirip rumah adat Jogja Bangsal Kencono ternyata bisa dijadikan kedai kopi yang berciri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here