wisata padang

Inilah 7 Wisata Padang Yang Paling Hits Yang Wajib Anda Kunjungi

Advertisement

Kota dan wisata Padang, mungkin anda tau makanan favorit dari kota padang adalah Nasi Padang, karena adanya jaman sekarng ini orang orang luar negeri pun sempat sempatkan waktunya untuk pergi ke padang karena rasa dari nasi padang tresebut sangat lah enak dan juga bikin anda ketagihan dan juga ingin anda bawa pulang. Kota Padang adalah kota terbesar di pantai barat Pulau sumatra sekaligus ibu kota dari provinsi sumatra barat.Kota ini merupakan pintu gerbang barat indonesia dari sumadera Hindia.Wilayah administratifnya memiliki luas 694.96km2 dengan kondisi geografi berbatasan dengan laut dan dikelilingi perbukitan dengan ketinggian mencapai 1.853 mdpl. Berdasarkan data dari BPS pada 2017, kota ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 927.168 jiwa.Padang merupakan kota inti dari pengembangan wilayah metropolitan palapa.

Sejarah dan wisata padang dari Kota Padang tidak terlepas dari peranannya sebagai kawasan rantau minagkabau yang berawal dari perkampungan nelayan di muara Batang Arau lalu berkembang menjadi bandar pelabuhan yang ramai setelah masuknya Belanda di bawah bendera Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Hari jadi kota ini ditetapkan pada 7 Agustus 1669, yang merupakan hari terjadinya pergolakan masyarakat Pauh dan Koto Tangah melawan monopoli VOC. Selama penjajahan Belanda, kota ini menjadi pusat perdagangan emas, teh, kopi, dan rempah rempah. Memasuki abad ke-20, ekspor batu baradan semen mulai dilakukan melalui Pelabuhan Teluk Bayur. Saat ini, infrastruktur Kota Padang telah dilengkapi oleh Bandar Udara Internasional Minangkabau, serta jalur kereta api yang terhubung dengan kota lain di Sumatera Barat.

Sentra perniagaan kota ini berada di Pasar Raya Padang, dan didukung oleh sejumlah pusat perbelanjaan modern dan 16 pasar tradisional. Padang merupakan salah satu pusat pendidikan terkemuka di luar Pulau Jawa, ditopang dengan keberadaan puluhan perguruan tinggi, termasuk tiga universitas negeri. Sebagai kota seni dan budaya, Padang dikenal dengan legenda Malin Kundang dan Sitti Nurbaya, dan setiap tahunnya menyelenggarakan berbagai festival untuk menunjang sektor kepariwisataan. Di kalangan masyarakat Indonesia, nama kota ini umumnya diasosiasikan dengan etnis Minangkabau dan masakan khas mereka yang umumnya dikenal sebagai masakan Padang.

Selain memiliki muara yang bagus, VOC tertarik membangun pelabuhan dan permukiman baru di pesisir barat Sumatera untuk memudahkan akses perdagangan dengan kawasan pedalaman Minangkabau. Selanjutnya pada tahun 1668, VOC berhasil mengusir pengaruh Kesultanan Aceh dan menanamkan pengaruhnya di sepanjang pantai barat Sumatera, sebagaimana diketahui dari surat Regent Jacob Pits kepada Raja Pagaruyung yang berisi permintaan dilakukannya hubungan dagang kembali dan mendistribusikan emas ke kota ini.[14] VOC berhasil mengembangkan Kota Padang dari perkampungan nelayan menjadi kota metropolitan pada abad ke-17.[15] Padang menjadi kota pelabuhan yang ramai bagi perdagangan emas, teh, kopi, dan rempah-rempah. Dalam perkembangan selanjutnya, pada 7 Agustus 1669 terjadi pergolakan masyarakat Pauh dan Koto Tangah melawan monopoli VOC. Meski dapat diredam oleh VOC, peristiwa tersebut kemudian diabadikan sebagai tahun lahir Kota Padang.

Air Terjun Tiga Tingkat

Yang Pertama dari wisata padang adalah Air terjun tiga tingkat Berlokasi di Desa Cendikar, air terjun tiga tingkat ini adalah salah satu tempat wisata padang yang paling misterius atau juga paling menyenangkan sekaligus menantang.

 

wisata padang
Air Terjun Tiga Tingkat

.Air terjun tiga tingkat ini adalah air terjun yang paling disenangi oleh masyarakat masyrakat padang yang pastinya bikin anda ingin kesni lagi lo.

 

Danau Maninjau

Untuk bisa sampai ke danau maninjau yang ada di wisata padang ini, kita akan menempuh perjalanan darat, yang dimulai dari arah bukittinggi menelusuri jalan berkelok-kelok yang lebih akrab dengan nama kelok 44.Disini kita akan merasakan sensasi perjalanan yang menguji adrenalin, tapi tenang saja selama perjalanan yang rumit ini, kita akan disuguhkan pemandangan yang luar bisa cantiknya mulai dari Tempat Wisata Alam Ambun Tanai  sampai ke Maninjau.Sepanjang perjalan anda akan melihat hamparan hijau bukit yang memanjakan mata anda dan juga sawah-sawah serta deretan kendaraan yang berbaris menelusuri kelok 44.

wisata padang
Danau Maninjau

Luar biasa cantiknya selain hal-hal diatas, anda juga bisa melihat beberapa kera yang sudah akrab dengan kehadiran manusia, kera ini akan turun ke tepi-tepi bukit anda bisa melihatnya secara langsung.aman cantik ini, bagian terpenting juga dari wisata kita ke danau maninjau, kita bisa istirahat menenangkan fikiran sambil menikmati hembusan angin yang sejuk dan melihat bunga-bunga cantik yang ada ditaman.Tempat ini berada ditepian danau maninjau dekat PLTA, pesona taman cantik ini juga dilengkapi dengan fasilitas tempat ibadah dan tempat bermain anak. Danau maninjau inilah objek wisata padang yang paling menonjol di kabupaten Agam ini, Danau ini terbentuk dari letusan Gununung Merapi yang kedalamannya mencapai 495 meter dengan ketinggian 461,5 meter dengan luas hampir 99,5 km per segi yang mengukuhkan namanya sebagai danau tersebar ke-2 di Sumatera Barat.Sedikit saya informasikan selain keindahannya danau ini juga terkenal dengan tempat kelahiran tokoh-tokoh nasional Buya Hamka dan Rangkayo Rasuna Said.Keindahan Danau Maninjau ini sangat khas, tidak kalah dari danau-danau romantis yang ada dinegara ginseng korea selatan.Danau ini meyuguhkan kesan so sweet bagi yang melihatnya, danau juga bisa kita lihat dari jarak jauh yaitu dari puncak lawak dan kelok 44. Iniliah lukisan hidup terindah yang bertemakan pemandangan alam

 

Museum Adityawarman

Selain daya tarik wisata padang alam dan kulinernya, Sumatera Barat juga memiliki sejumlah objek wisata padang pendidikan dan kebudayaan yang juga layak untuk disambangi. Dari sekian banyak objek wisata pendidikan tersebut, Museum Adityawarman menjadi referensi utama yang wajib anda kunjungi.Museum ini merupakan salah satu museum terpenting yang mengangkat sejarah masyarakat Minangkabau dan peninggalan kebudayaan mereka sejak masa prasejarah hingga era modern.

wisata padang
Museum Adityawarman

Disini kita dapat mengenal berbagai pernak-pernik kehidupan masyarakat Minang dari koleksi yang dimilikinya.Museum Adityawarman terletak di Jalan Diponegoro No. 10 Kelurahan Belakang Tangsi, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Berdiri di tengah lahan seluas 2,6 hektar, museum dengan luas bangunan sekitar 2.855 meter persegi ini dibangun dengan mengambil inspirasi arsitektur dari rumah bagonjong atau rumah gadang yang merupakan ciri khas gaya arsitektur tradisional Minangkabau.Rumah bagonjong sendiri merupakan rumah panggung dengan atap meniru bentuk seperti tanduk kerbau yang bertumpuk. Jumlah gonjong yang ada di atap museum ini sendiri berjumlah tujuh pucuk.Museum ini mulai dibangun pada tahun 1974, sebagai sebuah pusat pelestarian benda bersejarah yang meliputi cagar budaya Minangkabau, cagar budaya Mentawai, dan secara umum cagar budaya Nusantara. Peresmiannya sendiri dilaksanakan pada 16 Maret 1977 oleh Mendikbud yang menjabat ketika itu, Prof.Dr.Sjarif Thayeb.Pada tanggal 28 Mei 1979, museum ini secara resmi diberi nama ‘Adityawarman’. Nama museum ini diambil dari nama salah satu raja yang pernah berkuasa di Minangkabau antara 1347-1375 M. Dalam tinjauan sejarah, Raja Adityawarman merupakan salah satu raja Minangkabau yang berasal dari trah kebangsawanan Majapahit.Raja Adityawarman sendiri diperkirakan berkuasa pada era yang sama dengan periode sejarah saat Gajah Mada menjabat sebagai Mahapatih (1334-1364 M).Museum ini memiliki referensi peninggalan sejarah yang cukup beragam tentang berbagai aspek kebudayaan Minangkabau dan Sumatera Barat. Terdapat lebih dari 6000 koleksi peninggalan budaya, yang terbagi menjadi 10 kategori koleksi.Kategori koleksi tersebut yaitu Geologika/Geografika, Biologika, Etnografika, Arkeologika, Historika, Numismatika /Heraldika, Filologika, Keramologika, Seni Rupa  dan Teknologika.

 

Istana Pagaruyung

Yang Keempat dari wisata padang adalah Istana Pagaruyung daerah segitiga Kabupaten Agam, Lima Puluh Kota, dan Tanah Datar, dianggap sebagai poros awal persebaran kebudayaan Minangkabau. Tinjauan sejarah mempercayai ketiga daerah yang pada masa lampau berjuluk ‘luhak nan tigo’ ini merupakan pemukiman awal dari masyarakat Minangkabau atau disebut pula wilayah darek (daratan).Pada wilayah ini pula, di masa lalu berdiri sebuah pemerintahan konfederasi yang disebut sebagai Kerajaan Pagaruyung.

wisata padang
Istana Pagaruyung

Kerajaan yang terbentuk dari gabungan nagari-nagari ini runtuh setelah terjebak dalam siasat kolonial Belanda saat perang Padri bergejolak.Salah satu peninggalan sejarah yang masih tersisa dari eksistensi kekuasaan Kerajaan Pagaruyung adalah sebuah istana megah yang terletak di nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanah Tanjung Emas, Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar. Istana ini bernama resmi Istano Basa Pagaruyung yang berarti istana besar Kerajaan Pagaruyung.Sesuai dengan namanya, istana ini mengabadikan kemegahan arsitektur dari pusat pemerintahan kerajaan. Meskipun wujud yang berdiri megah sekarang ini bukanlah bangunan aslinya, namun berbagai detail ciri khas arsitektur yang dimilikinya masih sama seperti kondisinya di masa lampau.Istano Basa Pagaruyung dahulu merupakan kediaman dari Raja Alam, sekaligus pusat pemerintahan dari sistem konfederasi yang dipimpin oleh triumvirat (tiga pemimpin) berjuluk ‘Rajo Tigo Selo’. Sistem kepemimpinan ini menempatkan Raja Alam sebagai pemimpin kerajaan dengan dibantu dua wakilnya, yaitu Raja Adat yang berkedudukan di Buo serta Raja Ibadat yang berkedudukan di Sumpur Kudus. Kedua wakil ini memutuskan berbagai perkara yang berkaitan dengan permasalahan adat serta agama. Tetapi, jika suatu permasalahan tidak terselesaikan maka barulah Raja Pagaruyung (Raja Alam) turun tangan menyelesaikannya.Istana ini memang merupakan replika dari bangunan asli yang dibakar Belanda pada tahun 1804. Bangunannya berbentuk sebuah rumah panggung berukuran besar dengan atap gonjong yang menjadi ciri khas dari arsitektur tradisional Minangkabau. Rumah panggung besar ini bertingkat tiga, dengan 72 tonggak yang menjadi penyangga utamanya. Terdapat 11 gonjong atau pucuk atap yang menghias bagian atas dari bangunan ini. Seluruh dinding bangunan ini dihiasi oleh ornamen ukiran berwarna-warni yang secara total terdiri dari 58 jenis motif yang berbeda.Sebagai sebuah istana kerajaan, masing-masing tingkat dalam bangunan ini memiliki fungsi yang berbeda-beda. Tingkat paling bawah merupakan tempat aktivitas utama pemerintahan berupa sebuah ruang besar yang melebar dengan area khusus sebagai singgasana raja di bagian tengahnya. Di sisi kiri dan kanan ruangan terdapat sebuah ruangan kamar. Di bagian belakang singgasana terdapat tujuh buah kamar sebagai tempat bagi para putri raja yang telah menikah.Tingkat kedua dari bangunan merupakan ruang aktivitas bagi para putri raja yang belum menikah. besarnya ruangan ini sama dengan besar ruangan utama di bawahnya. Ruangan yang teratas merupakan tempat raja dan permaisurinya bersantai sambil melihat kondisi di sekitar istana. Ruangan ini disebut anjung peranginan, yang posisinya terletak tepat dibawah atap gonjong yang berada di tengah bangunan atau disebut juga gonjong mahligai. Di ruangan ini terdapat sejumlah koleksi senjata pusaka asli kerajaan yang masih tersisa, diantaranya tombak, pedang, dan senapan peninggalan Belanda.Bangunan asli dari istana ini awalnya berlokasi di Bukit Batu Patah. Setelah insiden tahun 1804 istana ini didirikan kembali, tetapi terbakar habis pada tahun 1966. Pada 27 Desember 1976 upaya rekonstruksi ulang kembali dilakukan dengan ditandai peletakan tunggak tuo (tiang utama) oleh Gubernur Sumatera Barat saat itu, Harun Zain. Istana ini dibangun kembali di lokasinya yang baru di sisi selatan bangunan asli, yaitu di lokasinya saat ini.Pada 27 Februari 2007, istana ini kembali terbakar akibat tersambar petir. Upaya pembangunan kembali berlangsung antara tahun 2008-2012 dengan menelan dana lebih dari Rp. 20 Miliar. Arsitektur aslinya tetap dipertahankan meskipun sebagian besar peninggalan barang berharga di dalamnya musnah dan hanya tersisa sekitar 15 persen.Ruang terbawah adalah ruang utama dengan beberapa bilik di samping dan belakang. Tujuh bilik di sisi belakang adalah kamar para putri raja yang telah menikah. Di tengah ruangan, merupakan singgasana tempat raja menjalankan pemerintahannya. Lantai kedua merupakan ruang kamar tidur bagi putri raja yang belum menikah. Lantai teratas tempat raja bersantai, kini menjadi ruang display koleksi senjata.

 

Jam Gadang

Yang terakhir dari wisata padang yaitu Jam Gadang, Tidak sah rasanya jika kita bertandang ke Kota Bukittinggi tanpa melihat dan mengabadikan bangunan yang menjadi simbol kota ini, Jam Gadang. Bangunan peninggalan era Hindia-Belanda tersebut seakan identik dengan kota yang dahulu pernah menjadi ibukota Provinsi Sumatera Barat ini.Terbukti, perjalanan waktu selama puluhan tahun tidak membuat monumen ini dilupakan oleh warga Bukittinggi.

wisata padang
Jam Gadang

Bahkan, menara jam ini terus menjadi kebanggaan mereka dan terpampang di berbagai jenis souvenir khas kota ini.Jam Gadang didirikan oleh Pemerintah Hindia-Belanda atas perintah dari Ratu Wilhelmina dari Belanda. Jam ini merupakan hadiah bagi sekretaris (controleur) Kota Bukittinggi (Fort de Kock) yang menjabat saat itu yakni HR Rookmaaker.Konstruksi bangunan menara jam ini dibangun oleh arsitek asli Minangkabau, Jazid Rajo Mangkuto Sutan Gigi Ameh. Pembangunannya secara resmi selesai pada tahun 1926 dengan menghabiskan dana mencapai 3.000 Gulden.Monumen Jam Gadang berdiri setinggi 26 meter di tengah Taman Sabai Nan Aluih, yang dianggap sebagai patokan titik sentral (titik nol) Kota Bukittinggi. Konstruksinya tidak menggunakan rangka logam dan semen, tetapi menggunakan campuran batu kapur, putih telur, dan pasir.Bangunan Jam Gadang memiliki 4 tingkat. Tingkat pertama merupakan ruangan petugas, tingkat kedua tempat bandul pemberat jam. Sementara pada tingkat ketiga merupakan tempat dari mesin jam dan tingkat keempat merupakan puncak menara dimana lonceng jam ditempatkan. Pada lonceng di puncak tersebut tertera nama dari produsen mesin jam ini.Atap berbentuk gonjong di puncak menara yang kini dapat kita saksikan bukanlah bentuk asli dari bangunan tersebut pada masa awal pendiriannya. Wisata padang yang desain awal puncak Jam Gadang berbentuk bulat bergaya khas Eropa, dengan patung ayam jantan di bagian atasnya.Memasuki era pendudukan Jepang, atap Jam Gadang dirubah mengikuti gaya arsitektur Jepang. Saat era kemerdekaan tiba, atap tersebut dirombak kembali menjadi bentuk atap bagonjong yang merupakan ciri khas dari arsitektur bangunan asli Minangkabau.Mesin jam yang digunakan di dalam monumen ini merupakan barang langka yang hanya diproduksi dua unit oleh pabrik Vortmann Recklinghausen, Jerman. Unit kedua yang setipe dengannya hingga kini masih digunakan dalam menara jam legendaris Kota London, Inggris, yaitu Big Ben.Sistem yang bekerja di dalamnya menggerakkan jam secara mekanik melalui dua bandul besar yang saling menyeimbangkan satu sama lain. Sistem tersebut membuat jam ini terus berfungsi selama bertahun-tahun tanpa sumber energi apapun.Mesin yang berada di lantai tiga ini menggerakkan jarum jam yang menghadap keempat penjuru mata angin. Diameter masing-masing area perputaran jarum jam tersebut adalah 80 centimeter.Seluruh angka jam dibuat menggunakan sistem penomoran Romawi, akan tetapi angka empat ditulis dengan cara diluar kelaziman, yaitu dengan empat huruf ‘I’ (IIII) dan bukan dengan tulisan ‘IV’. Hal ini menjadi salah satu daya tarik yang menimbulkan rasa penasaran bagi para wisatawan yang berkunjung ke kota ini.

Advertisement
Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.