Inilah Tempat Wisata Di Palembang Yang Wajib Anda Kunjungi

Advertisement

Palembang adalah ibu kota provinsi Sumatera Selatan. Palembang adalah kota terbesar kedua di Sumaterasetelah Medan. Kota Palembang memiliki luas wilayah 358,55 km²[4] yang dihuni 1.573.898 jiwa (2018) dengan kepadatan penduduk 4.800 per km². Diprediksikan pada tahun 2030 mendatang kota ini akan dihuni 2,5 Juta orang. Palembang mempunyai beberapa tempat wisata yang sangat keren untuk di kunjungi bersama keluarga, rasanya kurang pas jika anda pergi ke palembang akan tetapi tidak berkunjung ke tempat tempat ini, Inilah tempat wisata di palembang.

Jembatan Ampera

Inilah jembatan kebanggaan masyarakat Palembang. Jembatan Ampera bahkan menjadi ikon wisata dari kota yang terkenal dengan makanan pempek ini. Pembangunan jembatan membutuhkan waktu kurang lebih 3 tahun yang dimulai pada tahun 1962. Jembatan megah nan indah ini menghubungkan dua daerah yang dipisahkan oleh Sungai Musi, yaitu Seberang Ulu dan Seberang Ilir.

Jembatan Ampera Palembang

Tak seperti jembatan pada umumnya, Jembatan Ampera memiliki pesona tersendiri. Selain bangunannya yang apik, ‘wajah’ jembatan ampera palembang ini akan semakin tampak rupawan ketika malam menjelang. Tebaran lampu yang berjajar di sepanjang jembatan semakin menambah daya tarik Jembatan Ampera sebagai tempat wisata di Palembang. Keindahan Jembatan Ampera di malam hari sering kali diabadikan oleh para wisatawan. Adanya pasar suvenir dan makanan di jarak 50 meter dari jembatan semakin menambah keasyikan menikmati suasana malam dan pemandangan jembatan yang eksotis ini.

Malam hari adalah waktu yang paling tepat untuk menikmati keindahan Jembatan Ampera Palembang ini. Jembatan Ampera Palembang dihiasi lampu-lampu yang merupakan daya tarik sendiri bagi wisatawan. Lampu hias yang mengelilingi jembatan ini dapat berubah-ubah warna setiap berapa detik sekali.

Bagi yang menyukai bidang fotografi sering menjadikan Jembatan Ampera Palembang sebagai objeknya. Sungai Musi yang membentang di sepanjang areal Jembatan Ampera Palembang menjadi pemandangan yang indah, tak kalah indah dari kerajinan songket-nya yang sudah melegenda. Wisata kuliner yang khas dari kota Palembang pun berada di sekitar Jembatan Ampera Palembang ini.

Selain itu terdapat empat taman di sudut-sudut jembatan ini. Di sudut sebelah hilir terdapat dua taman dan dua taman lainnya di sebelah hulu. Taman-taman ini menjadikan Jembatan Ampera Palembang ini menjadi semakin indah dan menarik untuk dikunjungi.

Sungai Musi

Siapa yang tidak tahu Sungai Musi? Sungai terpanjang di pulau Sumatera ini juga menjadi andalan tempat wisata di Palembang. Mau tahu berapa panjangnya? Sungai Musi memiliki panjang 750 km yang membelah kota Palembang.

Sungai Musi Palembang

Tak hanya dimanfaatkan untuk sektor ekonomi saja, Sungai Musi juga dikembangkan sebagai objek wisata dengan pesona tersendiri. Panorama sungai yang tenang menarik minat banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Fasilitas yang ditawarkan di objek wisata ini tak hanya perahu jelajah untuk mengarungi sungai, tetapi juga kafe juga restoran yang berjajar di tepian sungai

Sungai Musi membelah dua wilayan seberang ulu dan seberang ilir, mengalir dengan sembilan anak sungainya yang disebut batanghari sembilan. Sungai ini sudah ada sejak zaman Kerajaan Sriwijaya, bahkan sebelum Kota Palembang menjadi ibukota Provinsi Sumatera Selatan dan menjadi kota tertua di Sumatera, bahkan kota tertua di Indonesia. Kota Palembang sudah berdiri sejak 17 Juni 683 masehi.

Sungai Musi sendiri memiliki kisah dan sejarah yang panjang. Awalnya, Sungai Muci bernama Sungai Mu-Ci. Zaman dulu, ada hubungan antara satu wilayah denngan wilayah lainnya melalui transportasi laut dan sungai menggunakan kapal dan perahu layar. Sehingga menjadi jalur perdagangan juga menjadi tempat persinggahan para bajak laut. Lalu ada para bajak laut dari China dengan tiga perahu layar berlayar ke Selat Bangka.

Mereka pun melewati muara Sungai Musi karena penasaran, terutama karena lebarnya. Kemudian, seorang kapitan mencoba mencari nama juga informasi sungai tersebut di peta, namun tidak menemukannya. Para bajak laut tersebut pun melihat banyak perahu dan tongkang datang dari hulu yang sarat dengan muatan hasil bumi, mereka yakin di hulu pasti banyak tanah subur. Mereka pun membuat kelompok untuk menjelajahi wilayah hulu.

Benteng Kuto Besak

Tempat wisata di palembang lagi yaitu Benteng Kuto Besak, Benteng Kuto Besak merupakan peninggalan sejarah dari Kerajaan Darussalam. Bangunan ini berfungsi sebagai tempat tinggal sekaligus benteng pertahanan untuk menangkal serangan dari Belanda di masa perang melawan penjajahan dulu.

Benteng Kuto Besak

Hingga saat ini, bangunan benteng masih berdiri kokoh dan terawat juga terjaga kebersihannya. Lokasinya tidak jauh dari Sungai Musi. Sebagai tempat bersejarah, tak heran jika Benteng Kuto Besak ini menjadi salah satu tempat wisata di Palembang yang menarik untuk dikunjungi.

Benteng ini mulai dibangun pada tahun 1780 dengan arsitek yang tidak diketahui dengan pasti dan pelaksanaan pengawasan pekerjaan dipercayakan pada seorang Tionghoa. Semen perekat bata menggunakan batu kapur yang ada di daerah pedalaman Sungai Ogan ditambah dengan putih telur. Waktu yang dipergunakan untuk membangun Kuto Besak ini kurang lebih 17 tahun. Keraton ini ditempati secara resmi pada hari Senin pada tanggal 21 Februari 1797.

Berbeda dengan letak keraton lama yang berlokasi di daerah pedalaman, keraton baru berdiri di posisi yang sangat terbuka, strategis, dan sekaligus sangat indah. Posisinya menghadap ke Sungai Musi.

Pada masa itu, Kota Palembang masih dikelilingi oleh anak-anak sungai yang membelah wilayah kota menjadi pulau-pulau. Kuto Besak pun seolah berdiri di atas pulau karena dibatasi oleh Sungai Sekanak di bagian barat, Sungai Tengkuruk di bagian timur, dan Sungai Kapuran di bagian utara.

Benteng Kuto Besak saat ini ditempati oleh Komando Daerah Militer (Kodam) Sriwijaya.

Pembangunan dan penataan kawasan di sekitar Plaza Benteng Kuto Besak diproyeksikan akan menjadi tempat hiburan terbuka yang menjual pesona Musi dan bangunan-bangunan bersejarah. Jika dilihat dari daerah Seberang Ulu atau Jembatan Ampera, pemandangan yang tampak adalah pelataran luas dengan latar belakang deretan pohon palem di halaman Benteng Kuto Besak, dan menara air di Kantor Wali Kota Palembang.

Di kala malam hari, suasana akan terasa lebih dramatis. Cahaya dari deretan lampu-lampu taman menciptakan refleksi warna kuning pada permukaan sungai.

Air Terjun Bidadari

Tempat wisata murah yang ada di Palembang lainnya yang tak kalah menakjubkan adalah air terjun Bidadari. Lokasinya terletak di Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang yang berjarak kurang lebih 8 km dari Kota Lahat, Palembang. Sebagai objek wisata alam, air terjun Bidadari menyuguhkan pemandangan yang elok dan tentunya tak hanya menyegarkan mata yang memandang tetapi juga hati dan pikiran.

Aie Terjun Bidadari

Asyiknya, di lokasi wisata ini juga terdapat 3 air terjun yang juga menyita perhatian, yaitu air terjun Bujang Gadis, Sumbing, dan Naga. Dengan mengunjungi tempat wisata ini, sekali dayung tiga pulau terlampaui, di mana Anda bisa menikmati keindahan alam dan air terjun tak hanya satu tetapi 4 sekaligus.

Air terjun ini juga memiliki nama lain Air Terjun Ayek Asam yang sering disebut oleh masyarakat setempat. Air yang mengalir di air terjun ini bermuara ke Sungai Lematang. Air terjun ini adalah air terjun tertinggi di aliran Sungai Asam, ketinggiannya adalah sekitar 30 meter dan lebar atasnya sekitar 10 meter serta lebar bawahnya sekitar 15 meter. Dinamakan Air Terjun Bidadari karena konon katanya air terjun ini tempat mandi para bidadari. Terlepas dari sejarah nama itu, air terjun ini cukup indah dan menarik.

Di sekitar air terjun ini terdapat tiga air terjun yang dapat dinikmati sambil menyusuri pesona Air Terjun Bidadari. Air terjun tersebut diantaranya Air Terjun Bujang Gadis dengan ketinggian 4 meter, berjarak sekitar 30 meter di bawah Air Terjun Bidadari ini, kemudian di bawah air terjun Bujang Gadis terdapat Air terjun Sumbing sekitar 80 meter dari air terjun Bujang Gadis dengan ketinggian sekitar 35 meter. Lalu di bawah air terjun Sumbing terdapat pula air terjun Naga. Bagian air terjun paling bawah ini memiliki ketinggian sekitar 10 meter dengan jarak sekitar 50 meter dari air terjun Sumbing.

Air Terjun Curup Maung

Air Terjun Curup Maung

Ini dia tempat wisata di Palembang yang menjadi favorit dan diandalkan dalam setiap promosi wisata, air terjun atau Curup Maung. Tahukah Anda bahwa tempat wisata ini sempat menjadi trending topic di internet karena keindahan alamnya yang tak terbantahkan. Berada di Desa Padang Muaro Duo Kecamatan Gumay Ulu Kabupaten Lahat, Curup Maung dapat ditempuh baik dengan motor maupun mobil.

Namun, untuk menuju ke lokasi wisatanya, pengunjung harus berjalan kaki kurang lebih 1 jam. Cukup menjelajah karena harus melalui hutan dan kebun kopi yang agak curam. Meski demikian, lelah yang dirasa selama perjalanan akan terbayar dengan keindahan alam Curup Maung yang memang mempesona.

Untuk mencapai Curup Maung, kita dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat selama satu jam perjalanan dari pusat Kota Pagar Alam atau dari Ibu Kota Kabupaten Lahat, menuju Kecamatan Gumay Ulu. Setelah sampai di Desa Padang Muaro Duo, Kecamatan Gumay Ulu, Kabupaten Lahat, kita harus memarkir kendaraan di tempat parkir yang telah disediakan oleh penduduk setempat, dengan tarif parkir Rp 5.000 per kendaraan. Setelah itu kita akan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki selama lebih kurang satu jam menyusuri jalan setapak, melewati kebun kopi, dengan medan yang menurun dan tingkat kecuraman hampir 45 derajat.

Medan yang akan kita lalui memang cukup berat. Jalan setapaknya agak lembab, sehingga kita harus berhati-hati melaluinya. Perpeganglah pada pohon-pohon atau akar yang kita lalui. Tidak perlu terburu-buru, istirahatlah sejenak jika terasa lelah.

Bila tiba musim kopi berbunga, kita bisa mencium harumnya aroma bunga kopi yang dapat menyegarkan paru-paru. Setelah setengah perjalanan, kita sudah dapat mendengar suara deras air Curup Maung jatuh ke sungai di bawahnya. Rasa lelah setelah satu jam berjalan akan terbayar lunas dengan indahnya pemandangan tempat wisata di palembang yang ada di depan mata. Debit air yang mengalir deras dari tebing ke sungai di bawahya akan membuat kita terpana.

Turunlah pelan-pelan ke bebatuan besar di tepi sungai dan rasakan dingin dan segarnya air yang mengalir. Hati-hati jika akan berswafoto di sini ya, karena bebatuannya cukup licin dan sungainya berarus deras.
Jika tertarik ke tempat ini dari Kota Palembang, ada beberapa moda transportasi yang bisa kita pilih.  Pertama, kita bisa menggunakan pesawat udara dari Palembang menuju Bandara Atung Bungsu, Pagar Alam, selama 40 menit penerbangan.

Kedua, kita juga bisa naik kereta api dari Stasiun Kereta Kertapati Palembang menuju Stasiun Lahat di Kabupaten Lahat, dengan waktu tempuh 5 jam perjalanan. Dari Pagar Alam atau Lahat, kita akan melanjutkan perjalanan selama satu jam dengan kendaraan roda dua atau roda empat sampai ke Desa Padang Muaro Duo.

Alternatif terakhir, kita bisa menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa dari agent perjalanan dari Palembang langsung ke lokasi dengan waktu tempuh sekitar 7 jam berkendara. Jika kalian suka melakukan perjalanan yang menantang dan mengeksplor tempat wisata baru, Curup Maung bisa jadi pilihan. Tertarik untuk mendatangi tempat wisata di palembang ini?

Advertisement
Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.