Lomba Mancing Ikan Mas Di Pemancingan Kuningan

Dari namanya saja orang pasti mengira itu situ atau danau. Ya, Situ Janggala adalah sebuah situ besar seluas satu hektar yang berada di Desa Panawuan, Kecamatan Cigande Mekar, Kuningan, Jawa Barat. Di Situ Janggala inilah difungsikan menjadi kolam pemancingan kuningan ikan mas dengan cara dibendung.

Pemancingan Situ Janggala di Desa Panawuan, Kecamatan Ciganda Mekar, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menggelar lomba mancing kuningan untuk kedua kalinya. Ya, hari itu Minggu, 19 November 2017, Situ Janggala yang dikelola Desa Panawuan dipenuhi pemancing dengan bukaan 100 lapak. Bisa dikatakan kegiatan ini terbilang sukses mengumpulkan 100 pemancing dari penjuru Kuningan dan luar Kuningan seperti Majalengka dan Cirebon sekitarnya.

Pemancingan Situ janggala

Sejak dibuka dan di jadikan kolam pemancingan kuningan beberapa tahun lalu, para maniak mancing di Kabupaten Kuningan pun ramai mendatangi. Namun sejak dibuka itu lambat laun mulai terlihat sepi pemancing bahkan tidak terurus. Sebab itulah Juli 2017 lalu di oper alih dan dipegang oleh BUMD (Badan Usaha Milik Desa) di bawah tanggung jawab Sofyan Mawardi selaku Kepala Desa Panuwuan dan Casmita (warga setempat) yang dipercaya untuk menjaga dan mengelola Pemancingan kuningan Situ Janggala ini. “Sejak dipegang desa, mulai ramai, apalagi saat diselenggarakan lomba mancing dengan hadiah uang dan tiket murah banyak yang ikut,” ujar Casmita yang di dampingi Sofyan saat datang kesana.

Untuk menuju Situ Janggala mudah sekali, dari Tol Cipali menuju Cirebon dan keluar di Pintu Tol Ciperna. Setelah keluar tol ada lampu merah lalu ambil jalan ke kanan menuju Kuningan. Setelah melewati Cilimus, tampak Situ Janggala ada di sebelah kiri jalan. Mudahkan. Ya, Situ Janggala tampak mencolok dan mudah dijangkau, apalagi sekitar Situ Janggala tampak indah dengan latar belakang pemandangan Gunung Ciremai. Udaranya pun sejuk, sepi dan jauh dari keramaian.

Banyak Peserta Lomba Mancing

Itulah yang kami saksikan dan melihat langsung saat berkunjung ke Janggala. Ada 2 kolam di Janggala, Kolam A seluas 6000 meter untuk lomba ikan mas yang juga difungsikan setiap harinya untuk kilo gebrus ikan mas dan Kolam B disamping Kolam A digunakan untuk kilo angkat juga ikan mas. Kedua kolam ini buka setiap hari. Kolam A untuk lomba luas sekali bisa menampung 100 pemancing. Ya, dari obrolan dengan Casmita, Kolam A setiap adakan lomba dibuka 100 lapak. “Kami selalu buka seratus lapak setiap ada lomba besar dengan tiket murah meriah,” ujarnya.

Untuk mengetahui lebih lanjut, Casmita memberitahu sehari-hari Kolam A dibuka untuk umum dari pagi sampai sore. “Setiap harinya Kolam A dipakai untuk mancing kilo gebrus dari jam 8 pagi sampai jam 12 siang dilanjut lagi jam 1 siang sampai jam 7 sore dengan harga ikan mas Rp 31 ribu per kilonya. Untuk harga ikan tergantung harga pasar, kalau murah ya murah kalau mahal ya mahal, jadi harga ikan mas ngga bisa stabil,” rinci Casmita.

Pemancingan Situ Janggala

Luas Kolam A mencapai 6000 meter, kedalamannya 1 meter lebih.  Di sepanjang lapaknya pun sudah dipakaikan atap. Jika ada lomba ke empat sisi Kolam A penuh pemancing karena dua sisi lainnya dijadikan lapak tanpa atap. Uniknya lagi, jika kedua sisi lainnya itu dibuka saat lomba, tidak ada saling sangkut kail dan benang sesama pemancing saat di pemaincingan kuningan. Sebab itulah oleh Casmita ke empat sisinya penuh dengan pemancing jika ada lomba besar. Dari uraian Casmita, diberitahu bahwa Kolam A sudah 2 kali gelar lomba besar, yang pertama pembukaan setelah dipegang desa dan event kedua November 2017 lalu dengan bukaan lapak 100.

Selain Kolam A ada pula dibuat kolam pemancingan kuningan lainnya di samping Kolam A tadi yaitu Kolam B yang digunakan untuk mancing kilo angkat ikan mas dan buka setiap hari. Dibanding Kolam B, Kolam A paling ramai didatangi, pasalnya ukurannya setengah dari Kolam A. Di kedua kolam itulah dimanfaatkan oleh desa menjadi tempat untuk wisata mancing dengan cara membendung Situ Janggala dan dijadikan kolam pemancingan kuningan.

Ikan Mas Hasil Pemancingan

“Untuk lomba dan mancing disini umpan bebas mata kail juga bebas,” jelas Casmita. Bagi pemancing yang datang memang kebanyakan warga Kuningan, namun jika ada lomba, pemancing Majalengka, Bandung dan Cirebon berdatangan. Sebenarnya yang membuat betah mancing di Janggala karena pemandangan nya yang menarik dengan udara sejuk, angin sepoi-sepoi ditambah lagi Gunung Ciremai terpampang jelas di depan mata dengan puncaknya yang tertutup kabut. Ya, bisa dibilang Jenggala jadi favorit pemancingan Kuningan yang ada di kaki Gunung Ciremai.

Pemenang Lomba Mancing

Keluar sebagai juara pertama D. Alan dengan berat ikan 1,95 kg dan membawa pulang Rp 1,2 juta. Penyerahan piala dan uang tunai diserahkan oleh Sofyan dan penyelenggara acara dan sponsor. Ke depannya tutur Sofyan kegiatan mancing seperti ini tetap diadakan dan tentunya dengan tiket terjangkau plus hadiah menarik. “Terima kasih kepada sponsor dan peserta. Mudah-mudahan di kemudian hari dapat bekerjasama lagi,”  ujar Sofyan didampingi Casmita dengan optimis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *