Rekomendasi 4 Kuliner Non Halal Medan Yang Sangat Hits

wisata kuliner

Medan merupakan kota besar yang berada di utara pulau Sumatera. Dolaners termasuk yang meyukai kuliner non  halal malam? Nah pas banget dong sama kuliner yang mau kita bahas kali ini. Merdeka Walk merupakan kawasan yang pas bagi Dolaners pecinta kuliner terutama kuliner malam. Merdeka Walk sendiri sebenarnya merupakan areal hiburan malam sekaligus tempat berkumpulnya para pedagang kulier yang ada di Medan. Hal ini yang menjadikan Merdeka Walk disebut sbut sebagai tempat kuliner terbesar loh! Bagaimana tidak, terdapat lebih dari 30 outlet yang ada di Merdeka Walk ini serta ratusan menu menggoda yang siap menggoyang lidah Dolaners seperti lontong sayur, soto daging, steak, sushi non halal sampai dengan sop buntut serta aneka jajanan semua ada. Dan menariknya lagi, di Merdeka Walk juga sering dijadikan lokasi berbagai kegiatan seru anak muda seperti lomba band, lomba dance dan juga nonton bareng pertandingan bola.Kota ini menyimpan banyak keindahan alam dan juga kuliner khas non halal untuk dapat kamu nikmati. Kamu akan menemukan banyak jenis makanan dari paduan rempah atau bumbu Melayu, Batak, Tionghoa, Arab, sampai India sebab warganya yang memang beragam. Untuk kamu yang bukan Muslim, berikut ini adalah rekomendasi dari 4 kuliner non halal yang bisa dicoba untuk merasakan kenikmatan tiada dua dari setiap hidangan yang disantap. Medan merupakan salah satu kota yang sangat populer. Ibu kota dari Provinsi Sumatera Utara ini bisa dikatakan sebagai pintu gerbang pariwisata dari sisi barat Indonesia. Keragaman budayanya yang khas menjadikan Medan selalu dilirik oleh para wisatawan mancanegara. Seperti Danau Toba beserta Pulau Samosirnya yang selalu membuat jatuh cinta bagi setiap yang melihatnya. Tak hanya itu, aneka kuliner yang dimiliki tanah Batak inipun turut menjadi daya tarik tersendiri. Mau tahu apa aja kuliner yang dimiliki Medan

 

Babi Panggang Karo

Babi Panggang Karo non halal ini enak atau yang biasa disingkat dengan BPK merupakan hidangan daging babi dengan resep khasnya. BPK dihidangkan dengan cara dipanggang menggunakan saus khas dari tumisan bumbu bercampur darah babi.Tumisan bumbu tersebut kemudian dicampur dengan cabe rawit yang digiling dengan rempah khas Batak yakni Andaliman. Kamu akan mendapati kenikmatan yang sempurna dari setiap rempah sebab potongan daging babi diiris tipis-tipis.Kamu juga dapat menambah kelezatan dari BPK non halal dengan adanya sajian daun singkong serta kincai yang dihaluskan dan dimasak khusus. Bahkan bukan hanya itu saja, ada beberapa tempat makan yang menyediakan saus dari darah babi. Saus dengan bumbu asam tersebut dimasak di atas bara api sehingga menampilkan warna kecoklatan untuk menambah cita rasa dari BPK.

non halal
Babi Panggang Karo

Masyarakat suku Batak memang paling jago dalam mengolah daging babi. Tak heran, rumah makan khas Batak atau lapo menjadi rumah makan yang sering disambangi banyak orang, terutama penikmat makanan non halal. Dengan sajian khas lapo, non halal seperti ikan arsik, saksang, babi panggang, dan daun ubi tumbuk-nya yang bakal bikin kamu ketagihan. Buat kamu yang lagi di Medan, berikut lapo-lapo juara yang bisa kamu singgahi untuk mencoba menu yang rasanya.Rumah makan BPK (Babi Panggang Karo) yang satu ini pastinya tak asing lagi di telinga pencinta makanan lapo. Bumbu-nya yang meresap hingga ke daging babi-nya memberikan cita rasa yang nikmat dan teksturnya juicy, dan potongan dagingnya pun tebal! Di sini juga menjual daging babi kiloan lho, untuk kalian yang ingin membeli untuk event tertentu. Rasa babi panggang non halal di BPK Haleluya sudah tak perlu diragukan lagi. Selain rasanya, rumah makan yang satu ini sangat cocok untuk mahasiswa nih, karena di sini juga menyediakan paket nasi dan daging dengan harga yang lebih terjangkau, dengan varian harga mulai dari Rp 14rb hingga Rp 22ribu per porsi. Daging babi-nya yang gurih ditambah dengan nasi putih, daun ubi tumbuk, dan sambalnya benar-benar akan memuaskan perut mu!

 

Mie Pangsit Tiong Sim

Mie Pangsit Tiong Sim di kota Medan sudah sangat terkenal dengan nama besarnya. Sajian ini memiliki rasa non halal yang khas dengan mi berwarna kuning di dalamnya. Kamu akan mendapati keunikan dari hidangan mi pangsit ini dengan adanya crispy pork fat atau lemak babi dan daging sebagai penambah rasa sedap mie. Jika berkunjung ke Kota Medan maka tak lepas dari kata kuliner. Nah kali ini gue berkesempatan mencoba salah satu kuliner di Medan yaitu Mie Tiong Sim Medan yang berada di daerah selat panjang. Mie Tiong Sim ini merupakan salah satu kuliner rekomendasi dari situs tripadvisor.comJika kalian ingin berkunjung atau mencoba Mie Tiong Sim Medan patokan yang dapat kalian temukan yaitu hotel Swiss Bellinn Medan dimana tepat di belakang hotel tersebut merupakan salah satu daerah kuliner di Medan yaitu daerah selat panjang. Jika kalian menggunakan taxi/becak kalian cukup mengatakan daerah Selat Panjang.Daerah kuliner Selat Panjang sendiri mulai beraktifitas dari sore hari, walaupun sebenarnya pada pagi hingga siang hari terdapat beberapa ruko yang sudah mulai berjualan. Namun jika kalian ingin meliat suasana keramaian tempat tersebut kalian bisa berkunjung setelah ibadah sholat maghrib.Saat pertama kali memesan satu porsi Mie Tiong Sim Medan, kalian akan ditanya terlebih dahulu apakah mau campur atau tidak. Maksud dari kata campur ialah menggunakan daging babi, jika tidak maka tidak ada daging babi yang ditaruh dalam mangkok mie yang kalian pesan.Karena kepentingan bahan review akhirnya gue memesan satu porsi campur.

non halal
Mie Pangsit Tiong Sim

Kurang lebih setelah 10 menit memesan, satu porsi Mie Tiong Sim telah disajikan beserta satu mangkok kuah mie. Karena gue penasaran daging babi yang telah dicampurkan tersebut telah berupa daging suir seperti potongan ayam, kemudian terdapat satu pangsit. Untuk soal rasa mie tersebut gue tidak mencobanya sama sekali, namun untuk kuahnya sendiri gue mencoba bahwa kuah tersebut terasa sangat segar.

Asan Chasio

Asan Chasio menjadi salah satu sajian yang terkenal di kota Medan sebab rasanya yang sedikit manis, layaknya madu. Kamu akan mendapati potongan daging yang tipis, lebih tipis dari chasio yang dijual pada umumnya pada masakan satu ini. Sajian Asan Chasio akan memanjakan lidahmu hingga kuliner satu ini memiliki daya tarik sendiri di hati para pecinta kuliner. Asan memulai karirnya (ceileh…) di kawasan jalan Semarang beberapa tahun lalu. Disamping masakannya yang enak, dia juga menjadi tenant pertama yang menjual masakan khas Batak. (CMIIW).Tidak berhenti disitu, beliau pun melakukan ekspansi—membuka rumah makan dengan nama besarnya sendiri. (not to be mistaken with Chasio Asan yang sudah melegenda ya).Masih tetap menjual makanan khas Batak, Asan menambah variasi menu di rumah makan ini.

non halal
Asan Chasio

Dari luas rumah makan yang hanya 1 ruko ini, memang agak sempit ruang makannya.1/3 bagian depan ruko ini sudah habis dijadikan tempat panggang dan kasir. Bagian tengah diberi sekat dan dilengkapi dengan AC.Untuk suasananya sih terasa sedikit kurang nyaman. Penerangan yang agak redup gitu ditambah hiasan daun-daunan di langit-langit bikin semak, belum lagi asap panggangan dari luar yang ga jarang masuk ke ruangan karena masuk keluarnya staf dan pengunjung.Belum lagi paduan wallpaper di dinding yang kombinasinya ngejreng dan out of place. Let’s forget about branding & design and jump to the foods.

 

Kwetiau Ateng

Masakan berbahan dasar kwetiau cukup populer di banyak daerah di Indonesia. Akan tetapi sajian dari Kwetiau Ateng ini akan memberikan pengalaman berbeda untuk indera pengecapmu redup gitu ditambah hiasan daun-daunan di langit-langit bikin semak, belum lagi asap panggangan dari luar yang ga jarang masuk ke ruangan karena masuk keluarnya staf dan pengunjung.Belum lagi paduan wallpaper di dinding yang kombinasinya ngejreng dan out of place. Let’s forget about branding & design and jump to the foods.

non halal
Kwetiau Ateng

Kamu akan mendapati olahan kwetiau yang sangat lembut dengan porsi jumbo, banyak lauknya serta dilengkapi oleh sambal dengan rasa pedas-pedas manis. Sangat direkomendasikan untuk menyantap makanan satu ini di tempat sebab kamu akan menemukan kenikmatan tiada tandingannya. Kwetiau bisa diolah dan disajikan dalam berbagai menu makanan, seperti kwetiau kuah bakso, bak kut, kwetiau goreng kering dan sebagainya.Di Kota Medan Sumatera Utara, Kwetiau Ateng menjadi salah satu favorit masyarakat setempat dan memiliki cabang di beberapa lokasi. Awalnya rumah makan itu dirintis oleh Ateng sejak 40 tahun silam di Jalan Sumatera, karena dirinya memang sangat berbakat dalam membuat masakan tersebut. Kini masakan olahan Ateng itu kerap menuai pujian dari warga setempat.Ateng sang perintis bisnis tersebut lalu mewariskan ilmu memasaknya kepada Lina, anak kandungnya yang mulai memasak kwetiau pada usia 18 tahun. Saat ini usia Lina sudah 50 tahun dan mengelola salah satu cabang rumah makan Kwetiau Ateng di Kota Medan.“Lina yang pertamakali meneruskan usaha orang tuanya ini sehingga toko Kwetiau Ateng di Jalan Sumatera dan S. Parman tetap berjalan. Ateng sendiri sekarang sudah berusia 70 tahun,” ujar Awei, suami Lina saat ditemuai Jia Xiang Hometown.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *