Rekomendasi 4 Kuliner Non Halal Medan Yang Sangat Hits

Medan merupakan kota besar yang berada di utara pulau Sumatera. Dolaners termasuk yang meyukai kuliner non  halal malam? Nah pas banget dong sama kuliner yang mau kita bahas kali ini. Merdeka Walk merupakan kawasan yang pas bagi Dolaners pecinta kuliner terutama kuliner malam. Merdeka Walk sendiri sebenarnya merupakan areal hiburan malam sekaligus tempat berkumpulnya para pedagang kulier yang ada di Medan. Hal ini yang menjadikan Merdeka Walk disebut sbut sebagai tempat kuliner terbesar loh! Bagaimana tidak, terdapat lebih dari 30 outlet yang ada di Merdeka Walk ini serta ratusan menu menggoda yang siap menggoyang lidah Dolaners seperti lontong sayur, soto daging, steak, sushi non halal sampai dengan sop buntut serta aneka jajanan semua ada. Dan menariknya lagi, di Merdeka Walk juga sering dijadikan lokasi berbagai kegiatan seru anak muda seperti lomba band, lomba dance dan juga nonton bareng pertandingan bola.Kota ini menyimpan banyak keindahan alam dan juga kuliner khas non halal untuk dapat kamu nikmati. Kamu akan menemukan banyak jenis makanan dari paduan rempah atau bumbu Melayu, Batak, Tionghoa, Arab, sampai India sebab warganya yang memang beragam. Untuk kamu yang bukan Muslim, berikut ini adalah rekomendasi dari 4 kuliner non halal yang bisa dicoba untuk merasakan kenikmatan tiada dua dari setiap hidangan yang disantap. Medan merupakan salah satu kota yang sangat populer. Ibu kota dari Provinsi Sumatera Utara ini bisa dikatakan sebagai pintu gerbang pariwisata dari sisi barat Indonesia. Keragaman budayanya yang khas menjadikan Medan selalu dilirik oleh para wisatawan mancanegara. Seperti Danau Toba beserta Pulau Samosirnya yang selalu membuat jatuh cinta bagi setiap yang melihatnya. Tak hanya itu, aneka kuliner yang dimiliki tanah Batak inipun turut menjadi daya tarik tersendiri. Mau tahu apa aja kuliner yang dimiliki Medan

 

Babi Panggang Karo

Babi Panggang Karo non halal ini enak atau yang biasa disingkat dengan BPK merupakan hidangan daging babi dengan resep khasnya. BPK dihidangkan dengan cara dipanggang menggunakan saus khas dari tumisan bumbu bercampur darah babi.Tumisan bumbu tersebut kemudian dicampur dengan cabe rawit yang digiling dengan rempah khas Batak yakni Andaliman. Kamu akan mendapati kenikmatan yang sempurna dari setiap rempah sebab potongan daging babi diiris tipis-tipis.Kamu juga dapat menambah kelezatan dari BPK non halal dengan adanya sajian daun singkong serta kincai yang dihaluskan dan dimasak khusus. Bahkan bukan hanya itu saja, ada beberapa tempat makan yang menyediakan saus dari darah babi. Saus dengan bumbu asam tersebut dimasak di atas bara api sehingga menampilkan warna kecoklatan untuk menambah cita rasa dari BPK.

non halal
Babi Panggang Karo

Masyarakat suku Batak memang paling jago dalam mengolah daging babi. Tak heran, rumah makan khas Batak atau lapo menjadi rumah makan yang sering disambangi banyak orang, terutama penikmat makanan non halal. Dengan sajian khas lapo, non halal seperti ikan arsik, saksang, babi panggang, dan daun ubi tumbuk-nya yang bakal bikin kamu ketagihan. Buat kamu yang lagi di Medan, berikut lapo-lapo juara yang bisa kamu singgahi untuk mencoba menu yang rasanya.Rumah makan BPK (Babi Panggang Karo) yang satu ini pastinya tak asing lagi di telinga pencinta makanan lapo. Bumbu-nya yang meresap hingga ke daging babi-nya memberikan cita rasa yang nikmat dan teksturnya juicy, dan potongan dagingnya pun tebal! Di sini juga menjual daging babi kiloan lho, untuk kalian yang ingin membeli untuk event tertentu. Rasa babi panggang non halal di BPK Haleluya sudah tak perlu diragukan lagi. Selain rasanya, rumah makan yang satu ini sangat cocok untuk mahasiswa nih, karena di sini juga menyediakan paket nasi dan daging dengan harga yang lebih terjangkau, dengan varian harga mulai dari Rp 14rb hingga Rp 22ribu per porsi. Daging babi-nya yang gurih ditambah dengan nasi putih, daun ubi tumbuk, dan sambalnya benar-benar akan memuaskan perut mu!

 

Mie Pangsit Tiong Sim

Mie Pangsit Tiong Sim di kota Medan sudah sangat terkenal dengan nama besarnya. Sajian ini memiliki rasa non halal yang khas dengan mi berwarna kuning di dalamnya. Kamu akan mendapati keunikan dari hidangan mi pangsit ini dengan adanya crispy pork fat atau lemak babi dan daging sebagai penambah rasa sedap mie. Jika berkunjung ke Kota Medan maka tak lepas dari kata kuliner. Nah kali ini gue berkesempatan mencoba salah satu kuliner di Medan yaitu Mie Tiong Sim Medan yang berada di daerah selat panjang. Mie Tiong Sim ini merupakan salah satu kuliner rekomendasi dari situs tripadvisor.comJika kalian ingin berkunjung atau mencoba Mie Tiong Sim Medan patokan yang dapat kalian temukan yaitu hotel Swiss Bellinn Medan dimana tepat di belakang hotel tersebut merupakan salah satu daerah kuliner di Medan yaitu daerah selat panjang. Jika kalian menggunakan taxi/becak kalian cukup mengatakan daerah Selat Panjang.Daerah kuliner Selat Panjang sendiri mulai beraktifitas dari sore hari, walaupun sebenarnya pada pagi hingga siang hari terdapat beberapa ruko yang sudah mulai berjualan. Namun jika kalian ingin meliat suasana keramaian tempat tersebut kalian bisa berkunjung setelah ibadah sholat maghrib.Saat pertama kali memesan satu porsi Mie Tiong Sim Medan, kalian akan ditanya terlebih dahulu apakah mau campur atau tidak. Maksud dari kata campur ialah menggunakan daging babi, jika tidak maka tidak ada daging babi yang ditaruh dalam mangkok mie yang kalian pesan.Karena kepentingan bahan review akhirnya gue memesan satu porsi campur.

non halal
Mie Pangsit Tiong Sim

Kurang lebih setelah 10 menit memesan, satu porsi Mie Tiong Sim telah disajikan beserta satu mangkok kuah mie. Karena gue penasaran daging babi yang telah dicampurkan tersebut telah berupa daging suir seperti potongan ayam, kemudian terdapat satu pangsit. Untuk soal rasa mie tersebut gue tidak mencobanya sama sekali, namun untuk kuahnya sendiri gue mencoba bahwa kuah tersebut terasa sangat segar.

Asan Chasio

Asan Chasio menjadi salah satu sajian yang terkenal di kota Medan sebab rasanya yang sedikit manis, layaknya madu. Kamu akan mendapati potongan daging yang tipis, lebih tipis dari chasio yang dijual pada umumnya pada masakan satu ini. Sajian Asan Chasio akan memanjakan lidahmu hingga kuliner satu ini memiliki daya tarik sendiri di hati para pecinta kuliner. Asan memulai karirnya (ceileh…) di kawasan jalan Semarang beberapa tahun lalu. Disamping masakannya yang enak, dia juga menjadi tenant pertama yang menjual masakan khas Batak. (CMIIW).Tidak berhenti disitu, beliau pun melakukan ekspansi—membuka rumah makan dengan nama besarnya sendiri. (not to be mistaken with Chasio Asan yang sudah melegenda ya).Masih tetap menjual makanan khas Batak, Asan menambah variasi menu di rumah makan ini.

non halal
Asan Chasio

Dari luas rumah makan yang hanya 1 ruko ini, memang agak sempit ruang makannya.1/3 bagian depan ruko ini sudah habis dijadikan tempat panggang dan kasir. Bagian tengah diberi sekat dan dilengkapi dengan AC.Untuk suasananya sih terasa sedikit kurang nyaman. Penerangan yang agak redup gitu ditambah hiasan daun-daunan di langit-langit bikin semak, belum lagi asap panggangan dari luar yang ga jarang masuk ke ruangan karena masuk keluarnya staf dan pengunjung.Belum lagi paduan wallpaper di dinding yang kombinasinya ngejreng dan out of place. Let’s forget about branding & design and jump to the foods.

 

Kwetiau Ateng

Masakan berbahan dasar kwetiau cukup populer di banyak daerah di Indonesia. Akan tetapi sajian dari Kwetiau Ateng ini akan memberikan pengalaman berbeda untuk indera pengecapmu redup gitu ditambah hiasan daun-daunan di langit-langit bikin semak, belum lagi asap panggangan dari luar yang ga jarang masuk ke ruangan karena masuk keluarnya staf dan pengunjung.Belum lagi paduan wallpaper di dinding yang kombinasinya ngejreng dan out of place. Let’s forget about branding & design and jump to the foods.

non halal
Kwetiau Ateng

Kamu akan mendapati olahan kwetiau yang sangat lembut dengan porsi jumbo, banyak lauknya serta dilengkapi oleh sambal dengan rasa pedas-pedas manis. Sangat direkomendasikan untuk menyantap makanan satu ini di tempat sebab kamu akan menemukan kenikmatan tiada tandingannya. Kwetiau bisa diolah dan disajikan dalam berbagai menu makanan, seperti kwetiau kuah bakso, bak kut, kwetiau goreng kering dan sebagainya.Di Kota Medan Sumatera Utara, Kwetiau Ateng menjadi salah satu favorit masyarakat setempat dan memiliki cabang di beberapa lokasi. Awalnya rumah makan itu dirintis oleh Ateng sejak 40 tahun silam di Jalan Sumatera, karena dirinya memang sangat berbakat dalam membuat masakan tersebut. Kini masakan olahan Ateng itu kerap menuai pujian dari warga setempat.Ateng sang perintis bisnis tersebut lalu mewariskan ilmu memasaknya kepada Lina, anak kandungnya yang mulai memasak kwetiau pada usia 18 tahun. Saat ini usia Lina sudah 50 tahun dan mengelola salah satu cabang rumah makan Kwetiau Ateng di Kota Medan.“Lina yang pertamakali meneruskan usaha orang tuanya ini sehingga toko Kwetiau Ateng di Jalan Sumatera dan S. Parman tetap berjalan. Ateng sendiri sekarang sudah berusia 70 tahun,” ujar Awei, suami Lina saat ditemuai Jia Xiang Hometown.

Wisata Kuliner Medan Babi Yang Wajib Di Rasakan Ketika Perut Berguncang

Wisata Kuliner Medan Babi Yang Wajib Di Rasakan Ketika Perut Berguncang– Kota Medan merupakan salah satu tempat destinasi wisata favorit yang ada di Sumatera Utara. Di Medan, terdapat beberapa tempat wisata kuliner medan babi yang menjadi daya tarik wisatawan baik dalam negeri maupun manca negara. Tidak hanya tempat wisata, di Medan juga terdapat banyak tempat kuliner yang menyajikan berbagai macam jenis kuliner makanan non halal medan. Berkumpulnya keluarga, apalagi kalau orang Medan, tidak terlepas dari yang namanya ‘makan’. Mau itu sarapan, makan siang atau makan malam, pokoknya kalau ngumpul yang namanya makan itu wajib. berikut ini  tempat makan di medan yang non halal.

Babi Panggang Haleluya

Saya nggak tahu penggunaan nama Haleluya ini alasannya apa, tapi yang jelas saya pribadi seakan menemukan cahaya terang dari langit karena BPK-nya yang mendarat tepat di hati.

Babi Panggang Haleluya

Pantang rasanya duduk berlama-lama di wisata kuliner medan babi  RM BPK tanpa segera memesan makanannyayaitu makanan non halal. Sekilo daging panggang, kidu-kidu dan tidak lupa yang wajib hadir yaitu saksang pun menjadi ‘pilihan’ kami saat itu–semua itu yang ada di dalam menu.

Dari sekian banyak BPK, saya pribadi memastikan akan kembali ke tempat yang satu ini karena daging Babi Panggangnya yang empuk, juicy dan berlemak. Kidu-kidunya juga tidak kalah jagonya dengan daging panggangnya, meski saya masih lebih suka kidu-kidu di Ola Kisat. Kalau saksang di Haleluya, bumbunya tidak sebasah/secair saksang di tempat lain. Bumbu darahnya cenderung mengental dan lengket pada dagingnya. Sebuah sensasi yang berbeda dari menikmati seporsi saksang babi.

Oh iya, jangan terkejut jika darah di sini tidak diberi sentuhan rempah khas Batak yaitu andaliman. Kami juga sempat bertanya-tanya. Ternyata tidak berapa lama, menyusul piring-piring kecil dengan cabai rawit dan ANDALIMANNYA. Jadi, kalian tinggal mengaduknya saja dengan darah tadi.

Mie Pangsit Tiong Sim

Lokasi berikutnya yang menurut kami wajib kalian kunjungi untuk kumpul-kumpul bareng keluarga saat ChengBeng adalah Mie Pangsit Tiong Sim.

Menonton aksi meracik mie-nya sangat menarik. Meski bukan owner/pengelolanya langsung yang turun tangan untuk menahkodai dapur mereka, performance dari asisten-asistennya saat meracik seporsi Mie terlihat sangat menarik. Berbagai detail penting juga dilakukan sesuai arahan dari owner.

Mie Pangsit Tiong Sim

Dimulai dari penggunaan timer saat merebus mie, cara mengaduk mie, takaran porsi dagingnya, dll, tampak seperti sebuah film diputar langsung di depan mata. Prosesnya cukup cepat kok, jadi kalian tidak perlu menunggu lama dan menahan rasa lapar lebih lama.

Saya sempat terbelalak melihat topping daging kecapnya dan ayam suwirnya yang rame buanget! Kebiasaan saya saat makan makanan non halal mie pangsit adalah tidak menuangkan kuahnya terlebih dahulu agar lebih terasa aroma asli mienya seperti apa. Suapan pertamanya bikin mata saya berbinar. Daging kecapnya yang lembut dan manis menari-nari di atas lidah saat saya kunyah. Tekstur dari ayam suwirnya juga membaur dengan tekstur daging kecapnya. Tidak terasa kontras, tapi masih dapat dibedakan mana ayam dan mana babi.

Soto Babi Aseng Medan

makanan non halal medan  yaitu wisata kuliner medan babi  soto babi aseng, saat melangkah memasuki kedai, aroma soto yang bertebaran di udara menjadi nostalgia salah satu anak TBM yang bersekolah di seberangnya. Ya! Soto Babi Aseng yang berada tepat di seberang sekolah WR Supratman. Masih ingat dengan artikel TBM tentang Chinese Food Ayi Gal Gadot? Nah, Soto Babi ini berada di dalam kedai kopi yang sama.

Soto Babi Aseng

Untuk kalian yang mau cari sensasi baru dari Soto Sinar Pagi atau Soto Kesawan, soto babi Aseng ini bisa menjadi salah satu pilihan. Dengan menghadirkan citarasa yang lebih mild, aroma rempah yang lebih ringan dan kuah yang tidak terlalu kental tapi tetap menghadirkan rasa soto yang khas, saya pribadi yakin kalau Soto Aseng ini bisa dinikmati berulang kali tanpa meninggalkan rasa jelak.

Meski begitu, Soto Babi Aseng ini agak berminyak kalau menurutku. Tapi tekstur dagingnya yang lembut dan jauh dari kata alot saat digigit pun seakan menjadi nilai plus yang menutupi problema tadi–apalagi dagingnya cukup generous.

Tidak begitu cocok dengan daging babi? Daging ayam juga disediakan oleh koh Aseng di sini. Sesederhana mengganti daging babi menjadi daging ayam, jadilah Soto Ayam Aseng. Kuah sotonya ya tetap sama.

Lokasinya sama mudahnya dengan menemukan lokasi Ayi Gal Gadot. Kedai Soto Babi Aseng berada di Jalan Asia simpang Jalan Lahat dengan kedainya yang menghadap langsung ke jalan Asia.

Babi Panggang Tesalonika

Yang biasanya berwisata  wisata kuliner medan babi ke kota Brastagi setidaknya pernah singgah ke wisata tempat ini. Daerah Jamin Ginting mayoritas ditinggali oleh etnis Batak, sehingga banyak dijumpai rumah makan yang menyajikan sajian babi panggang atau lebih dikenal sebagai BPK, Babi Panggang Karo. *Karo ialah nama salah satu suku Batak.

Babi Panggang Tesalonika

Tak heran apabila Tesalonika merupakan rumah makan yang sangat paling ramai dikunjungi di daerah tersebut. Terletak di daerah Jalan Jamin Ginting no 103 simpang Selayang, rumah makan dengan cerobong asap yang tinggi menjulang ini tidaklah sulit ditemukan.

Ga usah bingung lagi untuk memilih menu kuliner makanan medan, karena memang yang disajikan hanya menu BPK, ataupun ikan arsik sebagai penambah menu. Kelebihan di rumah makan ini adalah porsinya… bisa per orang, ataupun perkilo. Rata-rata pengunjung yang datang bersama rombongan memesan porsi sedemikian karena harga yang lebih murah dan tentunya lebih puas. Rumah makan yang sudah lama berjualan ini belakangan makin sukses dengan penambahan ruangan makan di lantai 2 yang menggunakan AC serta lebih bersih, dan didukung oleh tempat parkir yang nyaman serta gratis!

Nasi Siobak Medan

Berbeda dengan Soto Babi Aseng tadi yang harus stand by jam 8 atau jam 9 di kedainya, wisata kuliner medan babi  Siobak Akiong justru jam segitu baru memulai bisnisnya. Jangan anggap remeh, meski gedung tempat jualannya cukup sederhana dan hanya tersedia 5 meja, dagangan Acek ini laris manis lho.

Butuh tenaga dan keahlian ekstra untuk memotret aksi Acek ini saat lagi motong daging. Pasalnya, gerakan acek ini kenceng pake banget, kontras dengan penampilan usianya yang tidak lagi muda.

Nasi Siobak Medan

Seporsi Nasi Siobak nya lengkap banget. Dimulai dari CharSiew yang dibakar hingga garing dan manis sampai ke Charsiew dengan dagingnya yang lembut juga ada. Tidak hanya itu, Siobaknya yang juicy dan smokey dipotong dengan sedikit kasar dan lebar terpampang lengkap di atas piring. Telur kecap, LapCheong dan Ayam Goreng juga turut menjadi anggota dalam seporsi Nasi Siobak Akiong.

Nggak cuma laundry yang kiloan, Siobak dan CharSiew acek Akiong bisa dibeli secara kiloan. Tentu harga dan kelengkapannya tidak selengkap seporsi Nasi Siobak-nya, soalnya kalian hanya memilih daging apa saja yang kalian inginkan dan jumlahnya berapa banyak.

Lokasi Acek Akiong ini tidak sulit ditemukan. Kalau kalian tahu RM Gek Lan yang ada di jalan Berlian Sari, maka Acek Akiong ini duluan kalian temukan, sebelum masuk lebih dalam ke arah RM Gek Lan.

  • Wow!! Enak enak bukan wisata kuliner medan babi nya? tempat makanan medan ini adalah tempat makanan medan yang harus kita banggakan dan harus kita jaga karena sekarang kebanyakan tempat makanan medan ini sudah diolah lagi oleh orang orang indonesia dan terjamin. Jadi bagi teman teman jika berkunjung di suatu tempat wisata kuliner menjadi wisatawan yang sangat peduli dan ramah terhadap lingkungan, dengan cara membuang sampah ditempat nya dan bertindak sesuai adabnya ya.
  • Sangat senang sekali sudah dapat mengisi waktu sebentar anda untuk melihat artikel wisata kuliner ini. Sekian dulu ya dari kami, kami akan hadir untuk anda lagi, jadi jangan lupa ya coment gimana sih wisata kuliner tempat makanan medan ini .

Sekian dulu dari kami, terima kasih telah membaca artikel wisata kuliner medan babi . Jika ada salah penulisan kami minta maaf yang sangat besar. Yakkk dahh teman teman, sampai jumpa kembali di artikel selanjutnya….

Inilah 5 makanan Non Halal Medan Yang Rasanya Tidak Kalah Enak

Kota Medan merupakan salah satu destinasi wisata favorit yang ada di Sumatera Utara. Di Medan, terdapat beberapa tempat wisata yang menjadi daya tarik wisatawan baik dalam negeri maupun manca negara. Tidak hanya tempat wisata, di Medan juga terdapat banyak tempat kuliner yang menyajikan berbagai macam jenis kuliner makanan non halal medan. Berkumpulnya keluarga, apalagi kalau orang Medan, tidak terlepas dari yang namanya ‘makan’. Mau itu sarapan, makan siang atau makan malam, pokoknya kalau ngumpul yang namanya makan itu wajib. berikut ini  tempat makan di medan yang non halal.

Soto Babi Aseng Medan

makanan non halal medan yang pertama yaitu soto babi aseng, saat melangkah memasuki kedai, aroma soto yang bertebaran di udara menjadi nostalgia salah satu anak TBM yang bersekolah di seberangnya. Ya! Soto Babi Aseng yang berada tepat di seberang sekolah WR Supratman. Masih ingat dengan artikel TBM tentang Chinese Food Ayi Gal Gadot? Nah, Soto Babi ini berada di dalam kedai kopi yang sama.

Soto babi Aseng Medan

Untuk kalian yang mau cari sensasi baru dari Soto Sinar Pagi atau Soto Kesawan, soto babi Aseng ini bisa menjadi salah satu pilihan. Dengan menghadirkan citarasa yang lebih mild, aroma rempah yang lebih ringan dan kuah yang tidak terlalu kental tapi tetap menghadirkan rasa soto yang khas, saya pribadi yakin kalau Soto Aseng ini bisa dinikmati berulang kali tanpa meninggalkan rasa jelak.

Meski begitu, Soto Babi Aseng ini agak berminyak kalau menurutku. Tapi tekstur dagingnya yang lembut dan jauh dari kata alot saat digigit pun seakan menjadi nilai plus yang menutupi problema tadi–apalagi dagingnya cukup generous.

Tidak begitu cocok dengan daging babi? Daging ayam juga disediakan oleh koh Aseng di sini. Sesederhana mengganti daging babi menjadi daging ayam, jadilah Soto Ayam Aseng. Kuah sotonya ya tetap sama.

Lokasinya sama mudahnya dengan menemukan lokasi Ayi Gal Gadot. Kedai Soto Babi Aseng berada di Jalan Asia simpang Jalan Lahat dengan kedainya yang menghadap langsung ke jalan Asia.

Babi Panggang Tesalonika

Yang biasanya berwisata ke kota Brastagi pasti setidaknya pernah singgah ke tempat ini. Daerah Jamin Ginting mayoritas ditempati oleh etnis Batak, sehingga banyak dijumpai rumah makan yang menyajikan sajian babi panggang atau lebih dikenal sebagai BPK, Babi Panggang Karo. *Karo ialah nama salah satu suku Batak.

Babi Panggang Tesalonika

Tak heran apabila Tesalonika merupakan rumah makan yang paling ramai dikunjungi di daerah tersebut. Terletak di Jalan Jamin Ginting no 103 simpang Selayang, rumah makan dengan cerobong asap yang tinggi menjulang ini tidaklah sulit ditemukan.

Ga usah bingung lagi untuk memilih menu kuliner makanan medan, karena memang yang disajikan hanya menu BPK, ataupun ikan arsik sebagai penambah menu. Kelebihan di rumah makan ini ialah porsinya… bisa per-orang, ataupun perkilo. Rata-rata pengunjung yang datang bersama rombongan memesan porsi sedemikian karena harga yang lebih murah dan tentunya lebih puas. Rumah makan yang sudah lama berjualan ini belakangan makin sukses dengan penambahan ruangan makan di lantai 2 yang menggunakan AC serta lebih bersih, dan didukung oleh tempat parkir yang nyaman serta gratis!

Nasi Siobak Medan

Berbeda dengan Soto Babi Aseng tadi yang harus stand by jam 8 atau jam 9 di kedainya, Siobak Akiong justru jam segitu baru memulai bisnisnya. Jangan anggap remeh, meski gedung tempat jualannya cukup sederhana dan hanya tersedia 5 meja, dagangan Acek ini laris manis lho.

Nasi Siobak Medan

Butuh tenaga dan keahlian ekstra untuk memotret aksi Acek ini saat lagi motong daging. Pasalnya, gerakan acek ini kenceng pake banget, kontras dengan penampilan usianya yang tidak lagi muda.

Seporsi Nasi Siobak nya lengkap banget. Dimulai dari CharSiew yang dibakar hingga garing dan manis sampai ke Charsiew dengan dagingnya yang lembut juga ada. Tidak hanya itu, Siobaknya yang juicy dan smokey dipotong dengan sedikit kasar dan lebar terpampang lengkap di atas piring. Telur kecap, LapCheong dan Ayam Goreng juga turut menjadi anggota dalam seporsi Nasi Siobak Akiong.

Nggak cuma laundry yang kiloan, Siobak dan CharSiew acek Akiong bisa dibeli secara kiloan. Tentu harga dan kelengkapannya tidak selengkap seporsi Nasi Siobak-nya, soalnya kalian hanya memilih daging apa saja yang kalian inginkan dan jumlahnya berapa banyak.

Lokasi Acek Akiong ini tidak sulit ditemukan. Kalau kalian tahu RM Gek Lan yang ada di jalan Berlian Sari, maka Acek Akiong ini duluan kalian temukan, sebelum masuk lebih dalam ke arah RM Gek Lan.

Babi Panggang Haleluya

Saya nggak tahu penggunaan nama Haleluya ini alasannya apa, tapi yang jelas saya pribadi seakan menemukan cahaya terang dari langit karena BPK-nya yang mendarat tepat di hati.

Pantang rasanya duduk berlama-lama di RM BPK tanpa segera memesan makanannyayaitu makanan non halal. Sekilo daging panggang, kidu-kidu dan tidak lupa yang wajib hadir yaitu saksang pun menjadi ‘pilihan’ kami saat itu–semua itu yang ada di dalam menu.

Babi Panggang Haleluya

Dari sekian banyak BPK, saya pribadi memastikan akan kembali ke tempat yang satu ini karena daging Babi Panggangnya yang empuk, juicy dan berlemak. Kidu-kidunya juga tidak kalah jagonya dengan daging panggangnya, meski saya masih lebih suka kidu-kidu di Ola Kisat. Kalau saksang di Haleluya, bumbunya tidak sebasah/secair saksang di tempat lain. Bumbu darahnya cenderung mengental dan lengket pada dagingnya. Sebuah sensasi yang berbeda dari menikmati seporsi saksang babi.

Oh iya, jangan terkejut jika darah di sini tidak diberi sentuhan rempah khas Batak yaitu andaliman. Kami juga sempat bertanya-tanya. Ternyata tidak berapa lama, menyusul piring-piring kecil dengan cabai rawit dan ANDALIMANNYA. Jadi, kalian tinggal mengaduknya saja dengan darah tadi.

Mie Pangsit Tiong Sim

Lokasi berikutnya yang menurut kami wajib kalian kunjungi untuk kumpul-kumpul bareng keluarga saat ChengBeng adalah Mie Pangsit Tiong Sim.

Mie Pangsit Tiong Sim

Menonton aksi meracik mie-nya sangat menarik. Meski bukan owner/pengelolanya langsung yang turun tangan untuk menahkodai dapur mereka, performance dari asisten-asistennya saat meracik seporsi Mie terlihat sangat menarik. Berbagai detail penting juga dilakukan sesuai arahan dari owner.

Dimulai dari penggunaan timer saat merebus mie, cara mengaduk mie, takaran porsi dagingnya, dll, tampak seperti sebuah film diputar langsung di depan mata. Prosesnya cukup cepat kok, jadi kalian tidak perlu menunggu lama dan menahan rasa lapar lebih lama.

Saya sempat terbelalak melihat topping daging kecapnya dan ayam suwirnya yang rame buanget! Kebiasaan saya saat makan makanan non halal mie pangsit adalah tidak menuangkan kuahnya terlebih dahulu agar lebih terasa aroma asli mienya seperti apa. Suapan pertamanya bikin mata saya berbinar. Daging kecapnya yang lembut dan manis menari-nari di atas lidah saat saya kunyah. Tekstur dari ayam suwirnya juga membaur dengan tekstur daging kecapnya. Tidak terasa kontras, tapi masih dapat dibedakan mana ayam dan mana babi.

Wow!! Enak enak bukan makanan non halal Medan  nya? makanan non halal ini adalah salah satu makanan non halal yang harus kita banggakan dan harus kita jaga karena sekarang kebanyakan makanan ini sudah diolah lagi oleh orang orang indonesia dan terjamin. Jadi bagi teman teman jika berkunjung di suatu tempat wisata kuliner menjadi wisatawan yang sangat peduli dan ramah terhadap lingkungan, dengan cara membuang sampah ditempat nya dan bertindak sesuai adabnya ya.

Sangat senang sekali sudah dapat mengisi waktu sebentar anda untuk melihat artikel wisata kuliner ini. Sekian dulu ya dari kami, kami akan hadir untuk anda lagi, jadi jangan lupa ya coment gimana sih wisata kuliner kuliner legendaris solo ini .

Sekian dulu dari kami, terima kasih telah membaca artikel makanan non halal Medan . Jika ada salah penulisan kami minta maaf yang sangat besar. Yakkk dahh teman teman, sampai jumpa kembali di artikel selanjutnya….