Inilah 5 Wisata Bali Deso Yang Keunikannya Tidak Ada Di Tempat Lain

Disini saya akan membagikan beberapa wisata Bali deso yang sangat menarik untuk kamu kunjungi karena keunikannya. Jika kamu ingin Berbicara mengenai Bali maka sebagian besar orang-orang akan berpikir tentang wisata alamnya yang sangat menarik. Ya, Bali memang menjadi suatu destinasi wisata yang paling favorit, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Terdapat berbagai destinasi wisata ada di pulau yang berjuluk pulau seribu pura ini. Destinasi yang cukup terkenal yakni Pantai Kuta, Nusa Dua, Ubud, dan berbagai daerah lainnya.  Namun, perlu diketahui bahwa destinasi wisata di Bali itu bukan hanya itu itu saja, melainkan banyak sekali destinasi wisata lain yang memberikan pesona tak kalah menarik.

Berwisata memang menjadi tujuan untuk melepas kelelahan, dari sibuknya aktifitas bekerja, urusan kantor dan beberapa persoalan yang begitu memusingkan. Gak ada salahnya mengambil waktu untuk berlibur 1-3 hari saja. Nah, kalau kamu punya kesempatan itu, maka pilih lah tempat-tempat yang mempunyai potensi alam yang bagus, contohnya Bali.

Kalian akan jauh lebih rileks dan jauh lebih fresh serta siap menghadapi aktifitas sehari-hari seperti biasanya. Jika kamu ke Bali, jangan khawatir dan jangan bingung karena harus mengunjungi tempat yang itu-itu saja.

Kini keberadaan desa-desa yang ada di Bali telah menjadi desa wisata karena memiliki beberapa keunikan dan berbagai ciri khas. Nah, ini dia 5 destinasi berbasis wisata Bali deso yang menarik untuk kalian kunjungi versi tempat berwisata murah dot com

Desa Penglipuran

Desa Penglipuran Bali

Desa Penglipuran merupakan sebuah desa adat yang sekarang telah berkembang menjadi desa wisata. Desa ini letaknya ada di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli.

Wisa Bali deso ini jaraknya tak jauh sekitar 44 km dari pusat Kota Denpasar dengan lama perjalanan kurang lebih selama 1 jam 29 menit dengan menggunakan mobil, dan 1 jam 13 menit menggunakan sepeda motor.

Wisata Bali deso Penglipuran juga menunjukkan ciri khasnya yaitu menyuguhkan rumah-rumah di samping kanan dan kiri jalan. Rumah itu tetap mempertahankan ciri khas Bali, terutama pada pintu masuk dan dapur yang bahannya masih menggunakan bambu. Pada lokasi paling selatan dari rumah-rumah itu ada satu petak tanah kosong yang disebut sebagai karang memadu.

Untuk tata letak ruang desa, setiap rumah memiliki sebuah pintu gerbang yang biasa disebut Angkul-angkul. Semua rumah yang ada di desa ini seragam tapi tak sama. Nyaris mirip. Sementara untuk ukuran, memang sama persis. Nah, desa yang berada di ketinggian 700 mdpl ini tercatat kurang lebih memiliki 985 jiwa dalam 234 keluarga pada catatan sensus awal tahun ini. Mereka semua tersebar pada 76 pekarangan yang terbagi rata di setiap sisinya dari total 112 hektar.

Tanah yang ada di desa ini fungsinya sebagai tempat tinggal apabila terdapat seseorang yang mempunyai istri atau suami lebih dari satu orang. Dengan begitu desa adat ini menghukum warganya secara social. Selain itu, di desa wisata ini juga terdapat monumen pahlawan I Gusti Ngurah Rai dan hutan bambu. Monumen tersebut biasanya digunakan sebagai tempat lokasi upacara peringatan Hari Pahlawan. Sedangkan hutan bambu memang dipertahankan oleh masyarakat setempat untuk berbagai kepentingan desa adat.

Desa Terunyan

Desa Terunyan

Masih berada di Kabupaten Bangli, tepatnya di sebuah Kecamatan Kintamani terdapat desa unik lainnya yakni bernama  Desa Terunyan. Lokasinya berada di pinggiran Danau Batur, maka jika berkunjung ke lokasi ini tak lepas dari pemandangan perairan.

Desa wisata Terunyan memiliki kebudayaan yang sangat unik dan khas yang hanya dimiliki desa tersebut, yakni jika ada orang yang meninggal dunia tidaklah dikubur, melainkan hanya ditidurkan saja di sebuah kuburan dan dikrangkeng menggunakan anyaman (ancak) dari bambu.

Ada beberapa syarat jika mayat melalui proses tersebut, yakni harus meninggal secara wajar dan pernah menikah serta tidak boleh ada lebih dari 11 jenazah. Yang paling menarik lagi, meski hanya ditempatkan begitu saja dan dengan upacara tertentu, keberadaan mayat itu tidak menimbulkan bau busuk yang menyengat.

Hal ini dipercaya karena terdapat pohon (taru) menyan di kuburan tersebut. Pohon ini diperkirakan usianya beribu ribu tahun. Tradisi unik inilah yang mengundang banyak sekali wisatawan yang berkunjung ke kuburan Desa Terunyan.

Namun, jika ingin mencapai kuburan, wisatawan harus menyeberangi Danau Batur dengan menggunakan boat atau perahu motor. Dari pusat Kota Denpasar, Desa Terunyan berjarak sekitar 67 km dan memakan waktu sekitar 2 jam untuk mencapai lokasi tersebut dengan menggunakan sebuah mobil atau minibus.

Desa Bayung Gede

Desa Bayung Gede

Masih di seputar Kabupaten Bangli, wisata Bali deso wisata lain yang tidak kalah uniknya yaitu dikenal dengan nama Desa Bayung Gede yang berada di Kecamatan Kintamani. Banyak yan percaya desa ini merupakan desa induk dari desa-desa lainnya di Bangli, bahkan warga Desa Penglipuran pun dipercaya banyak orang asalnya dari desa ini.

Tradisi di wisata Bali deso ini juga sangat unik pada saat menguburkan jenazah. Jika jenazah tersebut berjenis kelamin perempuan, maka akan dikuburkan dengan posisi telentang dan badannya menghadap ke arah langit, sebaliknya untuk yang laki-laki akan dikuburkan dengan telungkup.

Masyarakat setempat percaya bahwa perempuan dianggap sebagai bumi maka harus menghadap ke arah langit, sementara bagi laki-laki adalah sebaliknya. Tradisi yang paling menarik lagi di Desa Bayung Gede ini dalam menguburkan ari-ari yang dibawa lahir oleh bayi. Biasanya di beberapa desa di Bangli, ari-ari akan dikuburkan di dalam tanah di area pekarangan rumah.

Namun, di desa ini terdapat khusus kuburan ari-ari, dimana nantinya ari-ari akan digantung pada pohon dengan memakai wadah batok kelapa dan digantung pada sebuah pohon. Masyarakat mempercayai bahwa dengan melakukan cara ini dapat melindungi bayi secara magis dan terhindar dari gangguan dan penyakit.

Desa Tenganan

Desa Tenganan

Dari Kabupaten Bangli, kita menuju ke daerah paling timur di Bali yakni Kabupaten Karangsem. Di sini, desa wisata yang paling unik merupakan Tenganan Pegringsingan. Di era teknologi serba digital seperti sekarang, Desa Tenganan tetap mempertahankan budaya tradisional asli setempatnya yang adiluhung. Tradisi adat yang begitu kuat menjadikan salah satu alasan mengapa desa ini tetap bertahan.

Selain itu, mereka juga kerap mempunyai peraturan desa adat (awig-awig) yang sudah dibuat sejak abad ke-11, dan sudah diperbaharui pada tahun 1842. Upaya lain yang membuat desa ini tetap bertahan yakni dikarenakan perkawinannya hanya terjadi antar sesama desa tersebut. Jadi mereka tidak ada yang menikah dengan selain warga desa tersebut.

Wisata bali Deso wisata Tenganan pegringsingan itu diapit oleh dua bukit, Pemukiman desa ini lokasinya berpetak-petak lurus dari utara ke selatan, luas pekarangan rumah diatur dalam luas yang sama, terlihat persamaan hak diterapkan kepada seluruh penduduk. Sehingga desa ini benar-benar unik, begitu juga dalam bentuk bangunan dan pengaturan rumah penduduknya dibuat berderet-deret dengan berujung di sebuah pura desa tua, memang betul-betul tampil beda serta bisa dibilang fantastis dibandingkan model perkampungan lainnya.

Aktivitas sehari-hari warga Tenganan Pegringsingan yakni bertani atau pun melakukan usaha kerajinan. Keunikan yang disuguhkan menjadi daya tarik tersendiri bahkan untuk warga lokal Bali sekalipun, untuk itulah saat akan memulai liburan sekolah, banyak sekolah-sekolah mengikutkan jadwal tamasya atau study tour mereka ke Desa Tenganan ini.

Pendapatan masyarakat yang ada di desa ini juga tak jelas karena mereka masih menggunakan sistem barter dalam keseharian hidupnya. Nah, jika kamu ingin berkunjung ke wisata Bali deso ini maka harus menempuh perjalanan hampir 3 jam atau sekitar 2 jam 50 menit.

Desa Jatiluwih

Desa Jatiluwih

Jika kamu ingin menikmati hijaunya hamparan sawah dengan ciri khas terasering, maka kamu wajib mengunjungi Desa Jatiluwih di Kecataman Penebel, Kabupaten Tabanan. Desa ini memang sangat indah dengan hamparan sawahnya yang luasnya mencapai 53 ribu hektar, dan telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada tahun 2012.

Bahkan, mantan presiden Amerika Serikat, Barrack Obama pun juga pernah berkunjung ke Desa Jatiluwih guna menikmati indahnya pematang sawah di sana. Jika kamu ingin mengunjungi Desa Jatiluwih maka harus menyediakan waktu 1 jam 32 menit untuk perjalanan dari Kota Denpasar dengan jarak sekitar 47 km.

Nah, kurang lebih itu saja beberapa referensi tempat wisata bali deso yang wajib untuk kamu ketahui. Dan tentu saja wajib untuk kamu kunjungi saat berlibur ke Bali. Memang kebanyakan wisata Bali didominasi oleh wisata pantai. Tetapi Bali juga terkenal dengan wisata alam pegunungannya yang segar, dan kuliner yang juga enak.

Tentunya kamu tak ingin bukan merasakan liburan yang biasa-biasa saja? Makanya berkunjunglah ke Bali karena kamu akan mendapatkan sensasi liburan yang sangat luar biasa. Semoga saja artikel ini dapat membantu kamu semua untuk memberikan informasi seputar wisata terbaru di Bali. Selamat liburan untuk kamu dan rekan-rekan dan jangan lupa untuk mempersiapkan segala sesuatu dengan baik sebelum pergi berlibur.  Agar liburan kamu  semakin nyaman, aman dan mengesankan.